MDI NEWS | Politik – Bulan September selalu menjadi pengingat kelam dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Salah satu peristiwa yang paling membekas adalah G30S/PKI pada 30 September 1965, yang menewaskan sejumlah perwira TNI dan mengguncang stabilitas politik negara.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan trauma kolektif, tetapi juga membentuk persepsi masyarakat terhadap ideologi komunisme yang hingga kini masih kerap dikaitkan dengan kekerasan dan pengkhianatan.
Dalam memahami sejarah perlu objektifitas agar publik bisa menilai ideologi secara lebih jernih, tanpa terjebak pada stigma negatif semata.
Apa Itu Komunisme ?
Komunisme adalah ideologi politik dan ekonomi yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Intinya adalah membangun masyarakat tanpa kelas sosial, di mana alat produksi dimiliki secara kolektif. Tujuannya adalah keadilan sosial dan penghapusan kesenjangan ekonomi.
Secara teori, komunisme menekankan :
– Kesetaraan bagi semua warga masyarakat
– Kepemilikan bersama atas sumber daya dan alat produksi
– Menghapus eksploitasi manusia oleh manusia.
Dari sisi gagasan, berarti paham komunis sepertinya ada upaya untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, bukan sesuatu yang menakutkan.
Pandangan Akademisi tentang Komunis
– Prof. Faisal Ismail (UIN Sunan Kalijaga):
Menyebut komunisme bertentangan dengan Pancasila, terutama karena sejarah konflik 1965.
– Rocky Gerung (Filsuf):
Ideologi ini sudah selesai dalam sejarah, tetapi masyarakat masih curiga karena trauma masa lalu.
– Huthi Agustino (UMM):
Fokus akademik seharusnya tidak hanya pada komunisme, tetapi juga dampak sistem ekonomi lain seperti kapitalisme.
– E. Casedi (UMS):
Penting memahami komunisme untuk menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI.
Kenapa Banyak Orang Takut?
Stigma negatif muncul karena pengalaman sejarah dan penerapan ekstrem di beberapa negara:
Penerapan ekstrem di negara-negara komunis menimbulkan kekerasan dan represi.
Peristiwa PKI 1965 di Indonesia meninggalkan trauma kolektif.
Propaganda politik pasca 1965 menekankan sisi negatif komunisme.
Padahal, itu adalah praktik tertentu, bukan ideologi murninya.
Komunisme vs Realitas Modern
Beberapa negara yang disebut “komunis” saat ini, seperti Korea Utara dan Tiongkok justru menjadi negara maju, mengadopsi ekonomi pasar sambil tetap mempertahankan kekuasaan partai tunggal. Ini menunjukkan bahwa komunisme dalam praktik bisa berbeda jauh dari teorinya.
Dengan kata lain :
Komunisme teori = menekankan keadilan sosial dan kepemilikan kolektif
Komunisme praktik ekstrem = bisa menimbulkan kekerasan dan represi.
Komunisme tidak selalu menyeramkan. Yang menakutkan adalah pengalaman sejarah penerapan ekstrem dan penyimpangan ideologi. Memahami perbedaan antara teori dan praktik membantu masyarakat menilai komunisme secara objektif, tanpa gagal paham. (Dari berbagai sumber)
Imam Setiadi – MDI NEWS







