MDINEWS – Jakarta. Indonesia dan Inggris resmi memperkuat kemitraan strategis melalui kesepakatan kerja sama di berbagai sektor prioritas, khususnya investasi dan maritim. Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London.
Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut Inggris menyatakan komitmen investasi senilai £4 miliar atau setara sekitar Rp90 triliun.
Investasi ini menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Inggris di kawasan Indo-Pasifik.
Salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah kesepakatan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi di dalam negeri. Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas industri maritim Indonesia.
Selain berdampak pada penguatan armada nelayan nasional, proyek pembangunan kapal ini juga diproyeksikan menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penyerapan tenaga kerja tersebut mencakup sektor galangan kapal, industri pendukung, hingga aktivitas ekonomi turunan di wilayah pesisir. Kerja sama Indonesia-Inggris ini dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ekonomi maritim, serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Pemerintah berharap realisasi investasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui kerja sama teknis dan kelembagaan antar kedua negara.
Dengan kesepakatan ini, Indonesia dan Inggris tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis sektor strategis.
(Sumber : Metro TV)
Imam Setiadi – MDINEWS







