MDINEWS | Bekasi — Kepanikan melanda kawasan Kamala Lagoon, Bekasi, Minggu sore (2/11/2025), sehabis kebakaran hebat melahap Rumah Makan SHSD yang berlokasi di area komersial lingkungan apartemen Lagoon. Api yang timbul secara tiba-tiba diprediksi kuat berasal dari kebocoran gas suplai apartemen yang sedang dalam proses pengisian ke jaringan dapur restoran tersebut.
Berdasarkan penjelasan saksi mata, sebagian menit saat sebelum api membengkak terdengar suara mendesis keras dari belakang dapur diiringi aroma gas menusuk “Kami sedang melayani pelanggan, tiba-tiba terdengar suara semacam tekanan gas, kemudian api langsung menyambar langit-langit dapur,” ucap salah satu karyawan SHSD yang berhasil menyelamatkan diri.
Dalam waktu pendek api menjalar ke ruang makan utama. Puluhan pengunjung yang tengah bersantap panik serta berlarian keluar gedung buat menyelamatkan diri. Sebagian di antara lain pernah menolong staf restoran memindahkan tabung gas serta mematikan aliran listrik supaya kobaran api tidak terus menjadi besar.
8 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kota Bekasi dikerahkan ke posisi Proses pemadaman berlangsung intens sepanjang nyaris satu jam sebab area restoran bersebelahan dengan bangunan apartemen serta kios santapan lain. “Kami fokus menghindari api merembet ke gedung apartemen yang terletak pas di atas restoran,” ucap Komandan Area Damkar Bekasi Selatan.
Walaupun tidak memunculkan korban jiwa, 3 karyawan restoran hadapi sesak nafas akibat terpapar asap pekat serta langsung dilarikan ke RSUD dokter Chasbullah Abdulmadjid untuk mendapat perawatan. Kerugian material sedangkan estimasi mencapai lebih dari Rp700 juta, meliputi perlengkapan dapur, furnitur, serta kehancuran struktural pada bagian langit-langit serta bilik bangunan.
Pihak kepolisian saat ini sedang masa penyelidikan mendalam bersama tim laboratorium forensik untuk memastikan sumber kebocoran gas. Sedangkan itu, pengelola Apartemen Lagoon dimohon buat meninjau ulang sistem distribusi gas dan memperketat standar keamanan instalasi, mengingat jaringan gas di aera tersebut pula digunakan oleh sebagian restoran lain.
Masyarakat dekat berharap peristiwa ini jadi momentum buat memperketat pengawasan keselamatan, paling utama untuk usaha kuliner di kawasan padat. “Keselamatan pelanggan serta karyawan wajib jadi prioritas. Jangan tunggu terdapat korban baru bergerak,” ucap salah satu masyarakat yang ikut melihat proses evakuasi. Kebakaran di Rumah Makan SHSD Kamala Lagoon ini jadi pengingat keras kalau sistem suplai gas yang tidak diawasi dengan baik dapat berganti jadi ancaman besar. Pengecekan berkala, pelatihan paham darurat, serta sistem keamanan terpadu absolut dibutuhkan supaya kejadian seragam tidak kembali terjalin di setelah itu hari.







