width=
width=

Kemenkumham Transformasikan Nusakambangan Jadi Pusat Pangan dan Industri Produktif Nasional

MDI.NEWS, Cilacap – Dalam mendukung visi besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian pangan dan industrialisasi nasional,

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di bawah kepemimpinan Jenderal (Purn) Agus Andrianto terus melakukan langkah transformasi besar terhadap Pulau Nusakambangan.

Pulau yang selama ini dikenal sebagai lokasi lembaga pemasyarakatan tersebut kini dikembangkan menjadi pusat pangan dan industri produktif berbasis pembinaan warga binaan pemasyarakatan.

Transformasi ini merupakan wujud nyata dari arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ekonomi hijau, serta pemberdayaan sumber daya manusia, dengan melibatkan langsung warga binaan dalam berbagai kegiatan produktif dan berkelanjutan.

Pulau Nusakambangan kini dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang mencakup sektor pertanian, peternakan, perkebunan, pengolahan limbah, hingga industri konveksi dan kreatif. Seluruh kegiatan pembinaan dilakukan dengan pendampingan tenaga ahli dan kerja sama strategis bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap serta sejumlah mitra profesional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus melibatkan seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.

“Kemandirian pangan adalah kunci kedaulatan bangsa. Saya mengapresiasi langkah Kemenkumham yang menjadikan Nusakambangan bukan hanya simbol pemasyarakatan, tetapi juga pusat produktivitas dan kemandirian ekonomi,” ujar Presiden Prabowo dalam arahannya di Jakarta.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Jenderal (Purn) Agus Andrianto menekankan bahwa transformasi Nusakambangan merupakan bagian dari reformasi besar sistem pemasyarakatan Indonesia.

“Kami ingin setiap lembaga pemasyarakatan menjadi tempat pembinaan yang nyata, bukan hanya tempat menjalani hukuman. Melalui kerja, pelatihan, dan produktivitas, warga binaan dapat menjadi bagian dari pembangunan nasional,” tutur Menteri Agus Andrianto.

Saat ini, Nusakambangan telah memiliki berbagai unit kegiatan produktif, antara lain:

• Peternakan ayam petelur dengan produksi ribuan butir per hari.

• Unit konveksi dengan lebih dari 130 mesin jahit dan 75 warga binaan aktif.

• Perkebunan kelapa dan hortikultura di lahan ratusan hektare.

• Fasilitas pengolahan sampah terpadu berkapasitas hingga 10 ton per jam.

Dengan potensi lahan yang luas dan sumber daya manusia yang besar, Pulau Nusakambangan diharapkan menjadi ikon baru Lapas Produktif Nasional, yang menggabungkan unsur pembinaan, pendidikan, dan produksi berkelanjutan.

Transformasi ini mencerminkan semangat baru bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tentang hukuman, melainkan tentang membangun manusia dan memberi kontribusi bagi bangsa.

WWW.MDI.NEWS