MDINEWS | Bekasi – Layanan transportasi baru yang ditujukan untuk mempercepat distribusi hasil tani dan barang dagangan resmi beroperasi hari ini. Pemerintah meluncurkan Kereta Logistik Petani dan Pedagang, sebuah moda angkutan yang dirancang khusus untuk membantu para pelaku usaha kecil mengirimkan produk mereka dengan biaya lebih murah, waktu tempuh lebih singkat, dan kapasitas angkut lebih besar.
Kereta ini mulai beroperasi di jalur utama yang menghubungkan sentra pertanian dengan pasar-pasar besar dan kawasan industri. Pada tahap awal, relasi yang dibuka meliputi rute dari wilayah produsenโseperti daerah pertanian di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Utaraโmenuju pusat distribusi nasional.
Menurut keterangan resmi pihak operator, keberadaan kereta logistik ini diharapkan dapat menekan biaya angkut produk hingga 30โ40 persen. Sistem pengiriman juga akan berjalan lebih stabil karena tidak terpengaruh kemacetan dan kondisi jalan, sehingga kualitas sayuran, buah, hasil panen, serta produk UMKM dapat lebih terjaga.
Para petani dan pedagang menyambut positif langkah ini. Banyak dari mereka menilai bahwa akses transportasi yang cepat dan terjangkau dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas pasar. Selama ini, tingginya biaya distribusi dan keterbatasan moda angkut sering menjadi kendala utama bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing di pasar modern.
Pemerintah menegaskan bahwa kereta khusus ini merupakan bagian dari program besar penguatan rantai pasok pangan nasional. Selain menekan biaya logistik, layanan ini diharapkan mampu menstabilkan harga pangan, mengurangi angka kerugian pascapanen, dan mempercepat suplai kebutuhan pokok ke berbagai daerah.
Dengan beroperasinya kereta ini, petani dan pedagang kini memiliki alternatif transportasi yang lebih aman, cepat, dan efisien. Pemerintah berencana menambah rute dan armada secara bertahap agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku ekonomi rakyat.







