width=
width=

Konferensi Pers UKW LUKW FIKOM UPDM (B): Kesbangpol Kota Bekasi Soroti Isu Toleransi dan Bela Negara

Mdinews, Kota Bekasi – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Nesan Sujana, menghadiri konferensi pers dalam rangka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) FIKOM UPDM (B) bersama Asistensi Media Nasional (AsMEN) di Studio AsMEN, Kota Bekasi, Kamis 7 Agustus 2025.

Dalam konferensi pers tersebut, Nesan menyampaikan beberapa isu strategis yang menjadi perhatian Kesbangpol, di antaranya soal toleransi, bela negara.

Menurut Nesan, tugas pokok dan fungsi Kesbangpol antara lain menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa, menciptakan stabilitas politik dan keamanan, membina wawasan kebangsaan, serta mengawasi keberadaan organisasi kemasyarakatan dan partai politik.

Nesan menyoroti pentingnya penguatan toleransi di Kota Bekasi. Ia menyebutkan bahwa Bekasi layak masuk dalam nominasi kota paling toleran di Indonesia, mengingat keberagaman yang ada di kota ini.

“Kota Bekasi adalah kota heterogen. Hampir semua suku dan agama ada di sini. Jumlah penduduknya pun padat, sekitar 2,4 juta jiwa pada malam hari dan meningkat menjadi 2,9 juta jiwa di siang hari karena aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Menurut Nesan, meski Kota Bekasi sempat mengalami fluktuasi dalam pemeringkatan Indeks Kota Toleran versi SETARA Institute, progresnya patut diapresiasi.

Ia menyebutkan bahwa Bekasi pernah menempati berbagai posisi fluktuatif sebagai kota toleran.

Kota Bekasi, kata dia pernah menempati peringkat ke-2 pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024, peringkatnya menurun menjadi posisi ke-7.

“Penurunan itu disebabkan oleh isu intoleransi, namun sering kali hanya karena miskomunikasi, terutama terkait kegiatan ibadah dan pendirian tempat ibadah seperti gereja,” tegasnya.

Nesan menambahkan bahwa jika skor intoleransi Bekasi bisa ditekan menjadi angka 6, Kota Bekasi berpeluang kembali meraih peringkat ke-2 kota paling toleran di Indonesia.

Selain toleransi, Kesbangpol Kota Bekasi juga fokus pada penguatan nilai-nilai Bela Negara dan Pancasila di kalangan generasi muda. Tujuannya menekan angka kriminalitas yang dilakukan anak muda.

“Kami melihat ada kecenderungan menurunnya semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di kalangan anak muda. Karena itu, kami dorong agar materi bela negara dan wawasan kebangsaan bisa masuk ke kurikulum sekolah-sekolah di Kota Bekasi,” ujar Nesan.

Kesbangpol juga telah menginisiasi berbagai program, termasuk pelatihan barak militer untuk pelajar yang direncanakan berlangsung di akhir tahun ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat bela negara dan kedisiplinan generasi muda.

 

Dalam kesempatan yang sama, Nesan juga menyoroti fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan, yakni kekerasan yang dilakukan anak terhadap orang tua. Menurutnya, ini menjadi perhatian serius pemerintah dan menandakan perlunya penguatan karakter serta pendidikan moral sejak dini.

“Peran media juga sangat penting dalam menyuarakan isu-isu ini secara berimbang dan edukatif, agar masyarakat tidak hanya mengonsumsi berita negatif, tetapi juga memahami akar permasalahannya,” kata Nesan menutup konferensi pers.

Reporter: Nurkholis

WWW.MDI.NEWS