MDINEWS | BEKASI – Jakarta, 25 November 2025 — Gerakan koperasi Indonesia kembali meneguhkan perannya sebagai sokoguru perekonomian nasional melalui agenda besar yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop). Bertempat di Jakarta, pemerintah secara resmi menyampaikan bahwa penguatan koperasi merupakan langkah strategis untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi menuju amanat konstitusi, yaitu ekonomi yang berkeadilan dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Acara bertajuk “Koperasi Kembalikan Arah Peta Jalan Perekonomian Nasional Sesuai Konstitusi” ini menjadi momentum penting dalam perjalanan revitalisasi koperasi Indonesia. Kemenkop menekankan bahwa arah perekonomian bangsa tidak boleh bergantung sepenuhnya pada sektor korporasi besar, tetapi harus menjadikan koperasi sebagai fondasi utama dalam menciptakan pemerataan dan kesejahteraan.
Salah satu agenda monumental dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) dengan BUMN dan sejumlah mitra usaha nasional. MoU ini bertujuan memperkuat rantai pasok, meningkatkan akses usaha, serta membuka peluang kolaborasi besar antara koperasi dan sektor industri strategis.
Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi, termasuk perwakilan dari Bappenas, Kemenkop, direksi BUMN, serta para pemimpin koperasi nasional. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi kini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan pemangku kepentingan lintas sektor.
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan bukan hanya konsep, tetapi mandat konstitusional yang harus diwujudkan secara nyata. Revitalisasi koperasi, menurutnya, merupakan langkah penting untuk menata kembali struktur ekonomi yang lebih inklusif dan memberikan ruang bagi masyarakat di seluruh lapisan.
Melalui kerja sama strategis ini, INKUD diharapkan mampu memperkuat kinerjanya sebagai induk koperasi desa yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. Kolaborasi dengan BUMN dan mitra usaha nasional akan membuka peluang besar, mulai dari pengembangan usaha, peningkatan kapasitas, hingga integrasi koperasi ke dalam sistem ekonomi modern.
Acara ini sekaligus menjadi simbol bahwa gerakan koperasi Indonesia memasuki babak baru—lebih modern, terhubung, dan relevan dengan tantangan ekonomi global. Dengan dukungan kebijakan pemerintah serta komitmen kuat dari pelaku usaha nasional, koperasi diharapkan dapat kembali menjadi motor utama pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Sebagai bagian dari peringatan International Year of Cooperatives 2025, kegiatan ini dipandang sebagai tonggak penting dalam membangun ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.







