MDI News – Band punk asal Purbalingga, Sukatani, tengah menjadi sorotan publik setelah merilis lagu berjudul “Bayar Bayar Bayar” yang mengkritik institusi kepolisian.
Lagu ini rilis pada 24 Juli 2023 dalam album “Gelap Gempita”. Namun, setelah mendapat tekanan dan dugaan intimidasi, band ini menghapus lagu tersebut dari berbagai platform dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak kepolisian.
Menanggapi polemik ini, Polda Jawa Tengah menyatakan bahwa mereka telah melakukan klarifikasi dengan band Sukatani dan menegaskan bahwa Polri tidak anti-kritik. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai kebebasan berekspresi dan berpendapat melalui seni.
Selain itu, Amnesty Internasional Indonesia mendesak Polri untuk mengungkap pihak-pihak yang terduga mengintimidasi band Sukatani. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, juga berpendapat bahwa Sukatani tidak perlu meminta maaf atau menarik lagu tersebut, karena menciptakan lagu untuk kritik merupakan bagian dari hak asasi manusia.
Meskipun menghadapi tekanan, band Sukatani tetap melanjutkan aktivitas musik mereka. Hari ini, Minggu, 23 Februari 2025, mereka dijadwalkan tampil di Gedung Korpri Slawi, Tegal, Jawa Tengah, dalam konser bertajuk “Crowd Noise”. Publik memberikan dukungan luas terhadap penampilan mereka, terutama melalui media sosial, dan banyak yang berharap mereka membawakan lagu “Bayar Bayar Bayar” sebagai simbol kebebasan berekspresi.
Lagu ini mengkritik praktik korupsi di kalangan oknum kepolisian. Berikut adalah lirik lengkapnya:
Mau bikin SIM bayar polisi
Ketilang di jalan bayar polisi
Touring motor gede bayar polisi
Angkot mau ngetem bayar polisiAduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisiMau bikin gigs bayar polisi
Lapor barang hilang bayar polisi
Masuk ke penjara bayar polisi
Keluar penjara bayar polisiAduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisiMau korupsi bayar polisi
Mau gusur rumah bayar polisi
Mau babat hutan bayar polisi
Mau jadi polisi bayar polisiAduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi
Meskipun menghadapi tekanan, band Sukatani tetap melanjutkan aktivitas musik mereka. Hari ini, Minggu, 23 Februari 2025, mereka terjadwalkan tampil di Gedung Korpri Slawi, Tegal, Jawa Tengah, dalam konser bertajuk “Crowd Noise”. Publik memberikan dukungan luas terhadap penampilan mereka, terutama melalui media sosial, dan banyak yang berharap mereka membawakan lagu “Bayar Bayar Bayar” sebagai simbol kebebasan berekspresi.
Dalam unggahan terbaru di media sosial, band Sukatani mengabarkan bahwa kondisi mereka telah membaik dan mereka berada dalam situasi yang lebih aman. Polemik yang melibatkan band Sukatani ini menyoroti pentingnya kebebasan dan perlindungan terhadap seniman.







