MDI.NEWS – Depok. Lebaran Depok selalu dirayakan setiap tahun di kota Depok. Merupakan sebagai upaya melestarikan budaya dan adat istiadat masyarakat kota Depok dalam merayakan hari raya Idul Fitri.

Nyuci Perabot merupakan rangkaian dari kegiatan Lebaran Depok yang dilaksanakan pada hari, Senen 12 -17 Mei 2025 di Rumah Budaya Rawa Denok Kota Depok yang diselenggarakan oleh Kumpulan Orang Orang Depok ( KOOD).
Turut hadir Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah sekaligus membuka acara Lebaran Depok Nyuci Perabot .
Tamu undangan Lebaran Depok turut mengundang Baba Ahmad Dahlan Selaku Ketua Kumpulan Orang Orang Depok, Sekretaris Daerah Kota Depok atau Sekretaris Umum KOOD Depok Mpo Nina Susana, Kepala Disporyata Kota Depok Eko Herwiyanto, Kepala Dinas sekaligus Camat Utang, Sekretaris Dinas Bang Sandi, Disdukin Bang Refly, Bappeda Kota Depok Bang Fathir, dan para Camat, Lurah Kota Depok yang mewakili , Kapolsek Pancoran Mas Kompol Hartono, H. Acep, Tokoh KOOD Kota Depok, Ibu Ibu PKK Kecamatan yang ikut Numbuk Uli, dan para pelajar SMP dan SMA yang ikut acara Nganam Ketupat, dan Tokoh Masyarakat Kota Depok.
Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah menyampaikan Pidatonya dalam acara Lebaran Depok Bahwa budaya terdiri dari sistem nilai Norma, Adat Istiadat,Kepercayaan ,Perilaku, yang dimiliki oleh masyarakat Kota Depok.
Budaya ini mencakup Bahasa, Seni, Agama, Kebiasaan dan Sebagaimana di kehidupan sehari-hari dan ini akan membentuk , mempengaruhi daripada karakter kota depok itu sendiri.
Pola interaksi dan komunikasi antar individu kota depok akan terpengaruh Sama budaya itu sendiri.
“Hari ini kita sangat berbangga karena Depok kota Heterogen disini kita bisa melihat Baba Dahlan yang memang darahnya orang Betawi, Bang Muksin yang suku berasal dari Timur, Teh Kristin dari Tasik dan darahnya orang Sumatra tapi semua menyatu dalam budaya orang Depok”, ujarnya.
InsyaAllah Budaya orang Depok ini kedepan bisa ditiru dan di contoh oleh budaya budaya lainnya dari suku suku yang ada di Indonesia dan ini menjadi bagian dari yang tidak terpisahkan dari kearifan lokal bangsa dan Negara Indonesia.

Salam sayang dan Hormat dari Walikota Depok Supian Suri yang hari ini mewakilkan kepada saya untuk menyapa kepada orang orang Depok dalam acara Lebaran Depok Nyuci Perabotan.
Chandra Rahmansyah menjelaskan, Bahwa tradisi Budaya Nyuci Perabotan adalah simbol kearifan lokal warga Betawi Depok dalam menyambut hari kemenangan. Dengan kesiapan lahir dan batin. Namun pada hari ini dikemas dalam lebaran Depok 2025 .
Mencuci perabotan bukan hanya soal fisik tapi juga mempersiapkan jiwa dalam budaya kita bahwa kebersihan adalah sebagian daripada Iman. Dan perabot yang bersih mencerminkan rumah tangga yang tertata penuh kedamaian dan keberkahan.

Sehingga acara ini menjadi pengigat bahwa budaya bukanlah Sesuatu yang harus kita simpan dalam Museum.
“Bahwa budaya bukan sesuatu yang harus kita simpan dalam museum tetapi harus kita hidupkan, kita rayakan , kita rawat, dan kita wariskan dalam bentuk yang menyenangkan dan mendidik seperti hari ini”, kata Wakil Walikota Depok.
Lebaran Depok 2025 dengan mengusung Semangat Bebersih. Bahwa kegiatan hari ini adalah bagian dari rangkaian berlangsung sejak kemaren hingga tanggal 17 Mei 2025 . Dan kita akan melihat berbagai pentas seni dan budaya yang melibatkan semua kalangan dari pelajar Hingga Tokoh Masyarakat.
Semua ini adalah wujud nyata dari semangat kita untuk menjaga jati diri Depok sebagai kota yang berbudaya yang ramah keluarga. Sebagaimana dengan Visi pembangunan Kita Bersama Depok maju kota berbudaya dan berkelanjutan.
“Tag line Depok adalah Bersama Sama berlari makna berlari bukan hanya tentang kecepatan tetapi kemauan untuk terus bergerak bersama sama . Maju dalam pembangun tapi juga maju dalam nilai nilai dan budaya kita maka dari itu kita tidak ingin meninggalkan dari tradisi dalam geliat modernisasi hari ini yang terus melaju”, paparnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat Kebersamaan saya berharap semangat kebersamaan gotong royong dan silahturahmi ini bisa terus kita rawat dan hidupkan.
“Karena kemajuan kota Depok ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi hasil dari partisipasi semua warga”, tutupnya.
Baba Ahmad Dahlan ketua Kumpulan Orang Orang Depok menyampaikan Bahwa makna Filosofi dari Nyuci Perabotan dalam acara lebaran Depok rangkaian lebaran Depok atau budaya orang dahulu.
“Ketika menghadapi hari raya Idul Fitri ini banyak budaya adat istiadat yang dipersiapkan salah satunya hari ini adalah Nyuci perabotan jadi menjelang hari raya idul fitri ini disamping jiwa kita yang juga berpuasa satu bulan penuh dan kembali kepada fitrahnya”, jelasnya.
peralatan rumah tangga juga harus bersih dan semunya di hari raya idul fitri itu juga harus bersih juga mempersiapkan makanan seperti Uli, ketupat memang tidak lepas dari rangkaian atau bagian tidak sempurna kalau dihari raya.
Oleh karena itu hari ini dilombakan tumbuk Uli , Nganam Ketupat khusus anak anak pelajar dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas supaya budaya ini tidak hilang karena pas nanti kita sudah tidak ada budaya ini tetap lestari itulah yang kita lakukan di Kumpulan Orang Orang Depok Ini untuk merawat, melestarikan seni budaya dan bahwa tentunya seni ini di rangkain kembali di acara lebaran Depok.
Wartawan : Kerry







