width=
width=

Mantan Menlu Tegaskan Indonesia Miliki Opsi Keluar dari Board of Peace

MDI.NEWS, Jakarta —- Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Dinopati Jalal dan Ali Alatas, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) tidak bersifat mengikat secara mutlak. Indonesia, menurut keduanya, tetap memiliki opsi untuk keluar dari organisasi tersebut apabila kebijakannya tidak lagi sejalan dengan cita-cita bangsa dan kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam tanggapan atas kebijakan luar negeri Indonesia yang bergabung dengan Board of Peace sebagai bagian dari komitmen menjaga perdamaian global. Kedua mantan diplomat itu menilai pemerintah telah mengambil langkah realistis dengan tetap membuka ruang evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia.

Dinopati Jalal menyampaikan bahwa setiap kebijakan luar negeri harus dilandasi prinsip kehati-hatian serta mempertimbangkan kekompakan dengan negara-negara Islam. Menurutnya, posisi Indonesia akan lebih kuat jika tetap menjaga solidaritas dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, dan negara Islam lainnya.

“Kita harus menjamin bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan negara-negara Islam. Leverage Indonesia justru akan lebih besar jika kekompakan itu terus dijaga,” ujar Dinopati Jalal dalam pernyataannya.

[Dinopati Jalal mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kancah internasional akan semakin kuat jika kebijakan luar negeri dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan solidaritas negara-negara Islam. (MDI.NEWS)]                                                                                                                                                                                                                 
Ia juga menekankan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Opsi untuk keluar tetap terbuka apabila organisasi tersebut bertentangan dengan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia dan kepentingan nasional.

“Kita masuk dengan sangat hati-hati dan tetap berpegang pada opsi untuk keluar jika ini tidak sejalan dengan prinsip dan kepentingan kita,” kata Dinopati Jalal.

Ali Alatas turut menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menyatakan bahwa dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara atau two state solution merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

“Komitmen terhadap two state solution adalah harga mati bagi Indonesia. Kita tetap menginginkan penyelesaian yang adil bagi Palestina,” ujar Ali Alatas.

Kedua mantan menteri luar negeri tersebut menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace justru dimaksudkan untuk memperkuat perjuangan diplomatik bagi Palestina, sekaligus memastikan bahwa Indonesia tetap konsisten dengan amanat konstitusi dalam mendukung perdamaian dunia dan keadilan internasional.  (***)

 

Sumber ; @AsMEN-TV

WWW.MDI.NEWS