width=
width=

Mengapa Kanker Sering Terlambat Terdiagnosa ?

MDI.NEWS | Kesehatan – Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Meskipun teknologi medis telah berkembang pesat, kenyataannya masih banyak pasien yang baru mengetahui penyakit ini ketika sudah memasuki stadium menengah hingga lanjut. Pertanyaan pun muncul: mengapa kanker kerap terlambat terdiagnosa?

Salah satu penyebab terbesar adalah gejala awal kanker yang sangat tidak spesifik. Pada fase awal, sel kanker berkembang tanpa menimbulkan gangguan berarti. Keluhan yang muncul pun sering disamakan dengan penyakit ringan, seperti kelelahan, sakit perut, gangguan pencernaan, batuk ringan, atau penurunan berat badan yang dianggap sebagai konsekuensi stres atau pola hidup yang tidak teratur. Karena gejala tidak terlihat berbahaya, banyak orang memilih menunda pemeriksaan.

Faktor berikutnya adalah tingkat kewaspadaan masyarakat yang masih rendah. Sebagian besar masyarakat belum menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai kebutuhan rutin. Kebiasaan “menunggu sakit dulu” sebelum datang ke fasilitas kesehatan membuat kanker kehilangan momentum emas untuk dideteksi sejak dini.

Selain itu, ketakutan psikologis terhadap kemungkinan vonis kanker juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit masyarakat yang menghindari pemeriksaan karena takut mendengar hasil yang buruk. Padahal, semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang pengobatan berhasil.

Dikutip dari berbagai sumber  bahwa di beberapa wilayah, akses terhadap fasilitas diagnostik seperti USG, CT-scan, atau pemeriksaan penanda tumor juga masih terbatas. Ditambah dengan kendala biaya, proses pemeriksaan sering tertunda. Bagi sebagian masyarakat, biaya screening dianggap membebani, padahal biaya pengobatan kanker stadium lanjut jauh lebih besar dan melelahkan baik secara fisik, mental, maupun finansial.

Sementara itu, kanker adalah penyakit yang bergerak dalam senyap. Ia tidak menunggu kesiapan pasien. Sel kanker dapat berkembang dan menyebar tanpa memberikan peringatan keras, dan ketika gejala semakin nyata, biasanya penyakit sudah berada pada stadium yang lebih tinggi dan memerlukan penanganan yang lebih kompleks.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini dapat meningkatkan angka kesembuhan secara signifikan, bahkan mencapai 90% atau lebih pada beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, serviks, dan kolon. Dengan deteksi dini, pengobatan menjadi lebih sederhana, tingkat keberhasilan tinggi, serta kualitas hidup pasien juga lebih baik.

Itulah sebabnya tenaga medis selalu menekankan pentingnya check-up berkala. Pemeriksaan minimal sekali dalam setahun sangat dianjurkan, terutama untuk individu berusia di atas 40 tahun atau mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, pola hidup tidak sehat, atau paparan zat berbahaya.

Pemerintah dan berbagai organisasi kesehatan juga terus mendorong kampanye kesadaran kanker, termasuk pemeriksaan IVA, Pap Smear, SADARI, mammografi, hingga edukasi mengenai gaya hidup sehat.

Di tengah kenyataan bahwa kanker sering terdeteksi terlambat, satu hal tetap pasti: kesadaran individu adalah pertahanan pertama yang paling penting. Deteksi dini bukan sekadar pilihan, melainkan upaya penyelamatan hidup.

Sebarkan informasi ini agar semakin banyak masyarakat memahami bahwa waktu adalah faktor penentu dalam menghadapi kanker. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua.

Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS