MDI.NEWS | JAKARTA, 30 Oktober 2025 – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyoroti kinerja sejumlah pemerintah daerah terkait pengelolaan anggaran. Ia menegaskan bahwa ditemukan indikasi daerah-daerah yang belum mampu mengelola anggarannya dengan baik, sebuah fakta yang terungkap melalui pemberitaan media massa dalam beberapa minggu terakhir.
Pernyataan blak-blakan ini disampaikan Purbaya saat menyampaikan pidato kuncinya di peringatan Hari Oeang ke-79 pada Kamis (30/10/2025).
Jajaran Kemenkeu Harus Turun Tangan
Menyikapi temuan tersebut, Menkeu Purbaya menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk bersikap lebih proaktif di masa depan. Peran proaktif ini adalah untuk memberikan edukasi dan bimbingan kepada pemerintah daerah agar mereka dapat mengelola dan membelanjakan dana dengan baik.
“Kalau kita lihat di media beberapa minggu terakhir kan kelihatan ada daerah-daerah yang belum bisa mengelola anggarannya dengan baik. Untuk itu ke depan Kementerian Keuangan harus lebih proaktif,” ujar Purbaya.
Purbaya bahkan menugaskan Direktur Jenderal Anggaran, Pak Askolani, dan timnya untuk mengambil tugas tambahan ini, yaitu mengajarkan daerah tentang cara mengelola dan membelanjakan anggaran negara secara efektif.
Pentingnya Tata Kelola Data dan Optimalisasi APBN
Dalam pidatonya, Purbaya juga menekankan pentingnya Kemenkeu bekerja sebagai institusi rasional yang memiliki jiwa empatik. Ia mengingatkan bahwa setiap angka yang dikelola mewakili kehidupan masyarakat, sehingga pengelolaan APBN harus optimal di pusat maupun di daerah.
Lebih lanjut, Purbaya menyoroti masalah data anggaran di daerah. Ia mengakui banyak protes dari daerah yang merasa data Kemenkeu tidak akurat, namun ia menegaskan bahwa Kemenkeu selalu berpegang pada data resmi yang telah dicek berkali-kali.
Menkeu meminta jajarannya untuk selalu memastikan uang dibelanjakan:
- Tepat waktu.
- Tepat sasaran.
- Digunakan semaksimal mungkin untuk kemakmuran masyarakat.
Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Purbaya menekankan bahwa seluruh upaya pengelolaan anggaran ini bertujuan memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% tercapai, sebagaimana telah ditargetkan oleh Presiden.
“Kita bukan hanya bagi-bagi duit di APBN tapi memastikan semuanya bisa mendorong ekonomi dengan baik dan kita akan lebih proaktif membantu iklim investasi di Indonesia sehingga kita bisa mencapai yang 8% tadi,” pungkasnya.
Purbaya menegaskan, pertumbuhan yang dicari bukan sekadar angka tinggi di laporan, melainkan pertumbuhan yang dirasakan langsung oleh rakyat secara inklusif dan berkelanjutan.







