MDINEWS | Bekasi – Di dunia hewan, otak sering dianggap sebagai pusat kendali utama kehidupan. Namun, ternyata tidak semu a makhluk hidup memerlukannya untuk bertahan. Beberapa hewan laut justru membuktikan bahwa kehidupan dapat berlangsung dengan cara yang sederhana. Di antara mereka adalah ubur-ubur, bintang laut, dan spons laut, tiga spesies purba yang telah hidup di bumi jauh sebelum masa dinosaurus.
Ubur-ubur merupakan salah satu contoh makhluk tanpa otak yang paling menarik. Hewan ini tidak memiliki otak, jantung, maupun tulang. Meski begitu, ubur-ubur mampu berenang, mencari mangsa, dan menghindari bahaya. Semua kemampuan tersebut dikendalikan oleh sistem saraf sederhana yang disebut nerve net, yaitu jaringan yang tersebar di seluruh tubuhnya untuk mengatur gerak dan reaksi terhadap rangsangan lingkungan.
Sementara itu, bintang laut juga tidak memiliki otak. Ia mengandalkan sistem saraf yang terdapat di setiap lengannya untuk bergerak dan mengenali lingkungan. Menariknya, bintang laut memiliki kemampuan regenerasi luar biasa, ia dapat menumbuhkan kembali lengan yang terputus. Sedangkan spons laut hidup dengan cara menyaring air untuk mendapatkan makanan. Ia tidak memiliki otak, organ tubuh, maupun jaringan saraf, tetapi dapat bertahan dengan efisien selama jutaan tahun.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kehidupan tidak selalu bergantung pada kerumitan struktur tubuh. Justru, kesederhanaan bisa menjadi bentuk adaptasi yang paling kuat. Hewan-hewan tanpa otak ini membuktikan bahwa evolusi tidak hanya berpihak pada yang paling pintar, melainkan pada yang paling mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam kesunyian laut dalam, mereka bertahan tanpa berpikir, namun dengan cara hidup yang sudah teruji oleh waktu.







