MDI.NEWS | Hukum — Polemik keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir dan kembali menjadi sorotan publik. Pakar hukum tata negara, Feri Amsari, menilai bahwa kontroversi yang sudah melelahkan ini sebenarnya dapat dihentikan dengan satu langkah sederhana: Jokowi cukup tampil dan menunjukkan dokumen pendidikannya secara terbuka.
Menurut Feri, meski Jokowi sudah tidak lagi memegang jabatan publik, isu keabsahan ijazah tetap melekat karena terkait erat dengan legitimasi jabatan tertinggi negara yang pernah ia duduki. Karena itu, ia menilai perlu ada inisiatif pribadi dari Jokowi untuk menyudahi perdebatan yang tak kunjung selesai.
“Harus ada panggilan dari Pak Jokowi, saya harusnya sudah menyelesaikan ini,” ujar Feri dalam podcast To The Point Aja di kanal YouTube SINDOnews, dikutip Selasa (25/11/2025).
Dikutip dari laman Tribunnews, Feri kemudian menyinggung contoh elegan dari Amerika Serikat ketika Barack Obama maju sebagai calon presiden. Saat itu, Obama dihantam isu soal sertifikat kelahiran, isu yang tak kalah sensitif. Alih-alih membiarkan rumor berkembang atau berlindung di balik pernyataan para pendukungnya, Obama justru meminta Pemerintah Hawaii membuka akses ke dokumen kelahirannya. Publik bisa melihat langsung, dan perdebatan pun mereda.
“Di Amerika saja, ketika ada keraguan, dokumen dibuka. Publik lihat, selesai,” jelas Feri.
Sindiran halus pun terasa ketika Feri menyebut bahwa kasus serupa di Indonesia justru berlarut-larut hingga dua tahun. Sebuah perkara administratif yang secara logika seharusnya mudah untuk diselesaikan, justru berubah menjadi drama nasional yang tidak kunjung usai.
“Ngapain kita satu negara besar seperti ini, 280 juta orangnya, masih banyak masalah, tapi ribut soal ijazah palsu selama dua tahun,” kata Feri, menegaskan bahwa energi bangsa semestinya tidak habis untuk perkara yang bisa dibereskan dalam hitungan menit bila ada itikad baik.
Feri menyarankan agar Jokowi mengambil langkah paling sederhana sekaligus paling elegan: mengalah demi kepentingan publik, sebagaimana dilakukan Obama saat itu.
“Ketika terjadi keributan yang berkaitan dengan dirinya, dia lebih memilih mengalah, salah satunya mungkin menunjukkan saja ijazahnya. Kan selesai,” ujarnya.
Narasi ini memberi pesan kuat: seorang pemimpin tidak kehilangan wibawa dengan membuka dokumen; justru menegaskan integritasnya. Dan dalam konteks ini, publik masih menunggu langkah kesatria itu dari Jokowi.
Kolase: Kompascom







