width=
width=
FILM  

“Para Perasuk” Perkenalkan Dua OST Maudy Ayunda, Perkuat Promosi Jelang Tayang April 2026

MDI.NEWS, Jakarta — Film Para Perasuk resmi merilis dua original soundtrack (OST) berjudul “Aku yang Engkau Cari” dan “Di Tepi Lamunan” yang dibawakan Maudy Ayunda. Peluncuran ini dilakukan oleh Rekata Studio bersama Trinity Optima Production sebagai bagian dari strategi promosi film yang akan tayang di Indonesia pada 23 April 2026.

Kedua lagu tersebut diperkenalkan melalui perilisan lirik video serta single terbaru yang memperkuat nuansa emosional film. Secara tematik, lagu-lagu ini merepresentasikan perjalanan karakter utama Bayu yang diperankan Angga Yunanda, khususnya dalam menghadapi konflik batin dan proses penerimaan diri.

Proses penciptaan lagu “Aku yang Engkau Cari” dilakukan Maudy Ayunda bersama Lafa Pratomo saat berada di lokasi syuting. Ia menjelaskan bahwa lagu tersebut dibangun dari pengalaman personal yang kemudian diterjemahkan menjadi komposisi bernuansa tenang namun sarat kegelisahan. Ia menuturkan bahwa pendekatan yang digunakan lebih mengedepankan rasa dibandingkan struktur naratif konvensional.

“Prosesnya sangat intuitif. Tidak pakai logika naratif biasa, namun menggunakan rasa. Ini proyek yang sangat membebaskan,” ujar Maudy Ayunda.

Visualisasi dari lagu “Di Tepi Lamunan” digarap dalam bentuk video musik yang disutradarai Wregas Bhanuteja. Ia menyampaikan bahwa film ini mengangkat pesan yang berbeda dari kecenderungan cerita konflik yang dominan saat ini. Ia menekankan pentingnya tema penerimaan sebagai inti cerita.

“Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni berdamai, menerima masa lalu, dan melangkah ke depan,” kata Wregas.

Secara cerita, film ini berfokus pada Bayu, seorang perasuk yang membantu para pelamun memasuki kondisi kerasukan dalam ritual pesta sambetan di Desa Latas. Para pelamun merupakan individu yang mencari pelarian atau pengalaman batin melalui proses tersebut. Dalam perjalanannya, Bayu bertemu dengan Laksmi, karakter yang diperankan Maudy Ayunda, yang datang dengan tujuan menyembuhkan trauma masa lalu.

Dalam proses produksi, para pemain menghadapi berbagai tantangan fisik dan emosional. Angga Yunanda mengungkapkan bahwa salah satu adegan paling berat adalah ketika ia harus menjalani proses bertapa dengan posisi tergantung terbalik. Ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi tantangan baru dalam pendalaman karakter.

“Adegan itu cukup berat secara fisik dan membuat saya benar-benar menguji kemampuan diri,” ujar Angga Yunanda.
Di sisi lain, Maudy Ayunda juga menjalani adegan ekstrem, seperti mengonsumsi bahan mentah demi kebutuhan peran. Ia menjelaskan bahwa karakter Laksmi merepresentasikan upaya seseorang untuk lepas dari trauma.

“Laksmi adalah sosok yang ingin berdamai dengan masa lalu agar bisa melangkah ke depan,” kata Maudy.

Film ini juga menghadirkan Anggun sebagai Guru Asri, menandai eksplorasi barunya di dunia akting. Ia mengungkapkan perbedaan signifikan antara dunia musik dan film yang menuntut pengulangan adegan berkali-kali.

Film Para Perasuk sebelumnya telah melakukan pemutaran perdana di Sundance Film Festival 2026 dan melanjutkan perjalanan ke berbagai festival internasional, sebelum akhirnya dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 23 April 2026.  (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS