Mdi.News akarta, 14 Agustus 2025 – Pasar properti residensial di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mengalami penurunan signifikan sepanjang semester pertama 2025. Konsultan properti JLL Indonesia mencatat penjualan rumah tapak turun hingga 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini diungkapkan langsung oleh Head of Growth and Head of Strategic Consulting JLL Indonesia, Vivin Harsanto, dalam acara Jakarta Property Market Overview 2Q 2025 yang digelar di Gedung 2 Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/8).
Menurut Vivin, salah satu faktor utama yang mendorong perlambatan penjualan adalah berakhirnya insentif pajak pertambahan nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen pada Juni 2025. Insentif ini sebelumnya diberikan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor properti selama masa pemulihan ekonomi pascapandemi.
“Perlambatan ini dimungkinkan akibat beberapa faktor, seperti berakhirnya insentif pajak 100 persen di Juni dan ketidakpastian ekonomi global yang membuat pasar lebih berhati-hati,” jelas Vivin.
Insentif PPN DTP dan Dampaknya
Insentif PPN DTP 100 persen untuk sektor perumahan telah terbukti memberi dorongan besar bagi penjualan rumah tapak selama diberlakukan. Skema ini memungkinkan pembeli untuk menghemat biaya pembelian secara signifikan, sehingga minat masyarakat terhadap kepemilikan rumah meningkat.
Namun, begitu insentif berakhir, harga efektif rumah tapak kembali naik sesuai beban pajak normal, membuat sebagian konsumen menunda keputusan pembelian. Hal ini terutama dirasakan pada segmen kelas menengah ke atas, yang sebelumnya menikmati manfaat insentif dalam jumlah besar.
Faktor Eksternal: Ketidakpastian Ekonomi Global
Selain berakhirnya insentif PPN, kondisi ekonomi global yang belum stabil juga menjadi faktor penghambat. Inflasi yang masih tinggi di beberapa negara, perlambatan ekonomi China, dan ketidakpastian suku bunga global memengaruhi sentimen pasar domestik.
Investor maupun konsumen cenderung bersikap hati-hati, menunggu kondisi makroekonomi membaik sebelum melakukan investasi besar, termasuk pembelian rumah tapak.
Perubahan Perilaku Pasar
JLL juga mencatat adanya pergeseran perilaku konsumen di sektor properti. Masyarakat kini semakin mempertimbangkan alternatif hunian seperti apartemen atau rumah susun yang menawarkan harga lebih terjangkau dan lokasi lebih dekat ke pusat kota.
Selain itu, meningkatnya tren work from anywhere membuat sebagian pembeli mempertimbangkan hunian di luar Jabodetabek yang memiliki harga lebih kompetitif dan lingkungan yang lebih tenang.
Prediksi dan Prospek ke Depan
Meski penjualan menurun tajam di semester pertama 2025, JLL optimistis pasar properti memiliki peluang untuk pulih secara bertahap pada paruh kedua tahun ini, terutama jika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dapat mendorong daya beli.
Beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong adalah:
- Penurunan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) jika inflasi terkendali.
- Program subsidi atau insentif baru yang menyasar segmen menengah.
- Peningkatan proyek infrastruktur di kawasan penyangga Jakarta yang dapat menaikkan nilai properti.
Vivin menegaskan bahwa kolaborasi antara pengembang, perbankan, dan pemerintah menjadi kunci untuk mengembalikan momentum pertumbuhan.
“Kita perlu strategi yang menyeluruh, mulai dari pembiayaan yang lebih terjangkau, inovasi produk hunian, hingga kampanye edukasi bagi pembeli. Pasar Indonesia masih memiliki potensi besar, hanya perlu didorong dengan kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Kesimpulan
Penurunan penjualan rumah tapak di Jabodetabek sebesar 49 persen pada semester pertama 2025 menjadi sinyal penting bagi para pelaku industri properti. Berakhirnya insentif PPN DTP 100 persen dan ketidakpastian ekonomi global telah memengaruhi minat beli konsumen.
Meski demikian, prospek jangka panjang sektor ini tetap menjanjikan jika langkah-langkah strategis segera diambil. Reformasi kebijakan, inovasi produk, dan penyesuaian strategi pemasaran diharapkan mampu memulihkan daya beli masyarakat dan menghidupkan kembali pasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek.







