MDI.NEWS, Jakarta —- Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur (YDKJT) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim, piatu, duafa. Acara tersebut berlangsung khidmat di Aula Istana Yatim lantai 3 YDKJT, Jalan Tambun Rengas RT 016 RW 001, Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026.
Acara dihadiri pengurus yayasan, tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, para donatur, serta anak-anak binaan yayasan. Peringatan ini menjadi agenda rutin tahunan yayasan sebagai bentuk kepedulian sosial dan keagamaan. Momentum Isra Mi’raj dimaknai sebagai sarana pembinaan akhlak generasi muda.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Membangun Karakter Generasi Muda dengan Keteladanan Sifat Nabi Muhammad SAW.” Tema tersebut dipilih untuk memperkuat nilai moral dan spiritual anak-anak sejak usia dini. Melalui tema ini, YDKJT menegaskan komitmennya dalam membina generasi yang berakhlak mulia.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dijadikan landasan pembinaan karakter. Kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif. Pesan-pesan keislaman disampaikan secara komunikatif dan membumi.
Ketua Umum YDKJT, Wahyudin, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanah pengurus yayasan kepada masyarakat.
Menurutnya, peringatan hari besar Islam harus berdampak nyata bagi pembinaan umat. Yayasan, kata dia, harus terus bergerak dan berkembang sesuai visi dan misi sosialnya. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan santunan merupakan bentuk tanggung jawab moral yayasan. Keberlanjutan program menjadi prioritas utama YDKJT.
Wahyudin menjelaskan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Ia menguraikan empat sifat utama Rasulullah, yaitu siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Keempat sifat tersebut dinilai relevan dalam menghadapi tantangan zaman.
Karakter yang kuat diyakini mampu membentengi anak-anak dari pengaruh negatif. Penanaman nilai tersebut harus dimulai sejak dini. Lingkungan yayasan menjadi ruang strategis untuk pembinaan karakter tersebut.
Dalam sambutannya, Wahyudin menyampaikan pesan moral kepada seluruh peserta. Ia mengatakan, “Empat sifat Rasulullah inilah yang menjadikan beliau teladan umat manusia.” Ia menambahkan bahwa karakter tersebut harus menjadi pedoman hidup generasi muda.
Menurutnya, generasi yang berkarakter tidak mudah goyah oleh perubahan sosial. Nilai kejujuran dan tanggung jawab menjadi kunci utama. Pembinaan karakter, kata dia, harus dilakukan secara konsisten.

Amal tanpa ilmu dinilai berpotensi menimbulkan kekeliruan. Akhlak menjadi penyangga utama dalam penerapan ilmu dan amal. Ketiganya harus berjalan beriringan untuk melahirkan pribadi yang bermanfaat.
Lebih lanjut, Wahyudin menyampaikan harapan besar terhadap anak-anak binaan YDKJT. Ia menilai anak-anak yatim memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan.
Kepemimpinan yang diharapkan adalah kepemimpinan yang amanah dan berintegritas. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan mental kepemimpinan sejak dini. Yayasan berkomitmen mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak tersebut. Pendidikan karakter menjadi fokus utama pembinaan.
Wahyudin menyatakan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kepemimpinan yang membawa perubahan positif. Ia mengatakan,
“Kami berharap anak-anak YDKJT kelak menjadi pemimpin yang memberi manfaat bagi bangsa dan agama.” Harapan tersebut menjadi cita-cita besar pengurus yayasan.
Melalui pendidikan dan pembinaan berkelanjutan, cita-cita tersebut diyakini dapat terwujud. Yayasan terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat. Dukungan semua pihak dinilai sangat penting.
Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan RW 01 Cakung Timur, Muhammad Hatta. Ia hadir mewakili Ketua RW yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada YDKJT. Ia menilai yayasan konsisten menggelar kegiatan sosial dan keagamaan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan. Sinergi antara yayasan dan masyarakat dinilai berjalan baik.
Muhammad Hatta menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan yang diberikan. Ia mendoakan agar pengurus yayasan selalu diberi kesehatan dan kemudahan.
Ia juga berharap kegiatan serupa terus berlanjut di masa mendatang. Menurutnya, keberadaan yayasan sangat membantu masyarakat sekitar. Anak-anak yatim mendapatkan perhatian dan pembinaan yang layak. Peran yayasan dinilai strategis dalam membangun kepedulian sosial.
Sebelum ceramah utama dimulai, panitia menghadirkan sesi interaktif berupa permainan edukatif. MC Fitri Hidayanti dan Muhammad Riyansah memandu permainan tebak benar dan salah. Diawal acara sudah diadakan permainan dengan pertanyaan, berkaitan dengan empat sifat Nabi Muhammad SAW.
Suasana acara menjadi lebih hidup dan komunikatif. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Metode ini dinilai efektif untuk pembelajaran nilai keislaman.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah Isra Mi’raj yang disampaikan oleh Ustaz As’ad Syamsul Arifin, S.Pd.I. Ceramah disampaikan dengan gaya komunikatif dan humoris.
Materi ceramah menekankan makna Isra Mi’raj sebagai perintah salat. Salat dijelaskan sebagai sarana pertemuan hamba dengan Allah SWT. Ustaz As’ad menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu. Ia juga mengaitkan Isra Mi’raj dengan pembentukan karakter disiplin.
Dalam ceramahnya, Ustaz As’ad menjelaskan bahwa salat merupakan tiang agama. Ia menilai keberkahan hidup sangat bergantung pada kedekatan seseorang dengan Allah.
Salat disebut sebagai kunci utama kesuksesan hidup. Ia mengajak anak-anak untuk mencintai salat sejak dini. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Pesan moral diterima dengan baik oleh jamaah.
Ustaz As’ad juga menyinggung perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi’raj. Ia menjelaskan bahwa perjalanan tersebut terjadi pada masa kesedihan Rasulullah.
Isra Mi’raj dimaknai sebagai bentuk hiburan dan penguatan dari Allah SWT. Peristiwa tersebut menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak jamaah meneladani kesabaran Rasulullah. Nilai keteguhan iman menjadi pesan utama ceramah.
Melalui peringatan Isra Mi’raj dan santunan anak yatim, piatu, dan duafa ini, YDKJT berharap nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tertanam kuat dalam diri generasi muda. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan spiritual dan sosial.
Yayasan berkomitmen melanjutkan program pembinaan secara berkelanjutan, terutama dukungan masyarakat dan donatur menjadi kekuatan utama yayasan. Peringatan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang generasi muda yang berkarakter diharapkan lahir dari lingkungan yang peduli dan berakhlak. (***)






