Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Anwar Iskandar, juga mengingatkan pentingnya menjalankan ibadah Ramadan dengan sebaik-baiknya, terutama dengan mengutamakan kualitas ibadah dan meningkatkan kepedulian sosial. Dalam sebuah pernyataan, beliau mengatakan:
“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, namun keberkahan itu hanya dapat diraih jika kita menjalankan ibadah dengan hati yang ikhlas dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain itu, bulan ini juga mengajarkan kita untuk berbagi dengan sesama, mengutamakan solidaritas sosial, dan menjaga ukhuwah Islamiyah.”
KH. Anwar Iskandar menegaskan bahwa di bulan Ramadan, umat Muslim perlu menjaga sikap sabar, mengendalikan emosi, dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
Ramadan bukan hanya sekadar bulan untuk berpuasa, tetapi juga bulan yang penuh dengan peluang untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan memperbanyak amal baik. Seiring dengan meningkatnya ibadah dan kepedulian sosial, bulan ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan berbagi dengan sesama.
Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama sebulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperbanyak amal dan kebaikan.
Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki diri, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Muslim, karena di dalamnya terdapat banyak sekali keberkahan dan ampunan. Salah satu hal yang menguatkan nilai-nilai spiritual di bulan ini adalah malam Lailatul Qadar, yang diyakini sebagai malam terbaik dalam setahun.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
“Barangsiapa yang berdiri (beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan ibadah di malam-malam terakhir Ramadan, terutama dalam mencari Lailatul Qadar yang penuh ampunan dan keberkahan.
Puasa adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan selama bulan Ramadan. Selama sebulan penuh, umat Muslim menahan diri dari makan, minum, serta hawa nafsu lainnya dari fajar hingga maghrib. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana untuk melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan menghindari perbuatan dosa.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
“Jika seseorang berpuasa, maka hendaklah ia menjauhi kata-kata kotor dan perbuatan bodoh, jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berdebat, maka hendaklah ia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
Hadits ini mengajarkan kepada umat Muslim untuk menjaga lisan dan perilaku selama berpuasa, serta menjaga kesucian hati dan pikiran.
Bulan Ramadan juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Melalui zakat, sedekah, dan infak, umat Muslim diingatkan untuk berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan.
Hal ini tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara umat manusia.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Berikanlah (sedekah) kepada orang yang membutuhkan dari apa yang kamu miliki.”
Kutipan hadits ini mengingatkan kita untuk senantiasa berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan.
Selain puasa, bulan Ramadan juga menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah lainnya, seperti salat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Ibadah-ibadah ini membantu umat Muslim mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kualitas kehidupan spiritual mereka. Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan menguatkan ikatan persaudaraan dengan sesama umat Muslim.
Imam Anas bin Malik mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah selama bulan Ramadan, dan salah satu haditsnya adalah:
“Barangsiapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)







