width=
width=

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemberantasan Korupsi dan Penyelundupan dalam Konsolidasi Kekayaan Negara

Sumber : tangkapan layar youtube/sekretariat presiden

MDI.NEWS | Jakarta, 29 Oktober 2025 — Pemerintah menegaskan komitmennya dalam perang melawan korupsi, penyelundupan, dan narkoba. Dalam sambutannya di acara pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 214,84 ton hasil kerja Polri, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara bersih dan berdaulat.

Acara yang digelar di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan, tersebut menjadi momentum refleksi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo dalam memperkuat tata kelola negara yang bebas dari kebocoran.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa sejak awal dirinya menerima mandat sebagai kepala negara, perhatian utamanya tertuju pada kebocoran kekayaan negara yang telah berlangsung lama. Ia menilai bahwa selama kebocoran tersebut belum ditangani secara serius, maka kemajuan bangsa akan sulit dicapai.

“Apapun yang kita inginkan mustahil kita capai kalau kekayaan kita tidak kita kuasai dan tidak kita kelola. Kekayaan itu ibarat darah di dalam tubuh bangsa. Kalau darahnya terus bocor, badan itu akan mati. Begitu juga negara,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Presiden menilai bahwa masalah kebocoran kekayaan negara menjadi akar dari banyak persoalan nasional. Karena itu, ia meminta seluruh aparat penegak hukum, termasuk Polri, TNI, Kejaksaan, dan lembaga pengawasan negara, untuk bekerja dalam satu visi yang sama — menutup semua celah penyimpangan.

“Saya sampaikan kepada Kapolri, tugas utama polisi sekarang saya letakkan di pundak Anda. Ada tiga hal yang saya minta: pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online. Karena semuanya terkait dengan upaya menyelamatkan kekayaan bangsa,” tegasnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga dan menolak ego sektoral antarinstansi. Ia menekankan bahwa seluruh kekuatan negara harus bekerja dalam satu kesatuan visi, yaitu melindungi kepentingan rakyat dan memperkuat ekonomi nasional.

“Kita harus bekerja dengan semangat tim. Jangan ada ego sektoral, jangan loyalitas berlebihan pada instansi masing-masing. Kita semua satu chord merah putih — chord NKRI,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan agar tidak ada lagi praktik mafia di dalam pemerintahan yang memanfaatkan sistem untuk mencuri uang rakyat. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.

“Tidak boleh ada pemerintah di dalam pemerintah, tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan. Tidak boleh ada orang pintar yang menggunakan sistem untuk mengakali rakyat. Kita harus berani memperbaiki sistem yang salah,” tegasnya.

Presiden Prabowo menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pejabat negara dan aparat untuk menjunjung tinggi integritas serta bekerja jujur demi kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak mungkin tercapai tanpa tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Kalau kita bekerja dengan benar dan jujur, bayangkan apa yang bisa kita lakukan untuk rakyat. Kita bangsa yang kaya. Sekarang tinggal keberanian kita untuk mengelola kekayaan itu dengan benar,” ujarnya.

Presiden menutup dengan pesan bahwa perjuangan melawan kebocoran kekayaan negara bukan hanya tugas aparat hukum, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Dengan disiplin, persatuan, dan semangat gotong royong, ia optimistis Indonesia akan mampu berdiri kokoh sebagai negara yang kuat dan berdaulat.

WWW.MDI.NEWS