Bekasi – Di tengah hamparan hijau Bukit Barisan, sebuah nagari kecil di Sumatera Barat menjadi saksi lahirnya banyak tokoh besar. Dari tanah yang sederhana inilah, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA, mengawali langkahnya sebelum menapaki panggung akademik nasional dan internasional.
Lahir di Padang Panjang, 19 Desember 1960, Amsal tumbuh di tengah keluarga pendidik. Ayah dan ibunya, guru SD di kampung, menanamkan nilai disiplin, cinta ilmu, dan keberanian merantau. Prinsip-prinsip itu menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidupnya.
Setelah menamatkan pendidikan dasar di kampung, ia melanjutkan ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Jombang, Jawa Timur. Gontor yang dikenal mencetak banyak tokoh bangsa itu membentuk karakter Amsal yang disiplin dan visioner. Lulus dari sana, ia merantau ke Jakarta, menempuh studi di IAIN Syarif Hidayatullah (kini UIN Jakarta) hingga meraih gelar S1, S2, S3, dan akhirnya profesor.
Kariernya di dunia akademik terbilang panjang: dari dosen, sekretaris dekan, wakil rektor bidang akademik, hingga menjabat Direktur SDM dan Pengembangan Bisnis di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Ia juga pernah dipercaya memimpin bidang penelitian dan pengembangan pendidikan tinggi Islam di Kementerian Agama RI.
Sebagai pakar Filsafat, Tasawuf, dan Ilmu Kalam, Prof. Amsal telah menulis puluhan buku dan membimbing ratusan mahasiswa. Namun, di balik deretan prestasinya, ia selalu kembali pada satu kunci keberhasilan: doa dan dukungan orang tua***
Nurkholis







