MDINEWS | BEKASI – Gunung berapi merupakan salah satu kekuatan alam paling dahsyat di planet kita. Di balik puncaknya yang megah, terdapat aktivitas geologi kompleks yang terus berlangsung. Proses letusan gunung dimulai dari dalam perut bumi, ketika magma—cairan batuan panas yang berasal dari mantel—mengumpul dalam kantong magma di bawah gunung.
Seiring waktu, tekanan di ruang magma meningkat akibat dorongan gas vulkanik dan gerakan tektonik. Ketika tekanan ini melebihi kekuatan batuan yang menutup jalurnya, magma akan mencari celah dan naik ke permukaan melalui retakan. Saat mencapai puncak atau titik keluarnya, terjadilah letusan gunung berapi.
Letusan dapat berupa semburan lava cair, lontaran batu pijar, awan panas (piroklastik), hingga hujan abu yang menyebar jauh dari lokasi gunung. Dampaknya pun beragam, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, sampai perubahan iklim sementara akibat abu vulkanik yang menutupi atmosfer.
Namun, fenomena ini juga memiliki sisi positif. Tanah di sekitar gunung berapi menjadi sangat subur karena mineral hasil letusan. Selain itu, pembentukan lanskap baru dan munculnya sumber geotermal menjadi manfaat penting bagi keberlangsungan hidup manusia.
Gunung meletus adalah pengingat bahwa bumi kita terus bergerak dan berevolusi. Dengan pemantauan yang baik serta kesiapsiagaan masyarakat, risiko bencana dapat diminimalkan, sementara manfaat alamnya tetap dapat dirasakan.







