MDI.NEWS | Depok – Menyikapi kasus penetapan tersangka Ketua DPW PSI Kaltara terkait dugaan korupsi pembangunan Gedung BPSDM, Partai Solidaritas Indonesia harus mengingatkan kembali kepada para kadernya untuk komitmennya sebagai partai yang berdiri di garis terdepan melawan korupsi.
“PSI sejak awal berdiri dikenal sebagai partai yang paling keras bersuara melawan korupsi. Justru ketika ada kader atau pengurus yang bermasalah dengan hukum, ini membuktikan prinsip PSI tidak pandang bulu. hukum harus ditegakkan, siapa pun orangnya. Tidak ada kompromi dengan korupsi,” tegas *Andriansyah Liauw, S.H., kader PSI Kota Depok.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang sebagai kelemahan PSI, melainkan bukti nyata bahwa partai ini konsisten dan transparan, bahkan ketika kasus menyangkut pengurusnya sendiri.
“Oknum tidak akan merusak semangat ribuan kader PSI di seluruh Indonesia yang terus bekerja nyata untuk rakyat. Korupsi adalah musuh bersama, dan PSI akan selalu berdiri di barisan paling depan melawannya,” ujar Andriansyah.
Redaksi: MDI.NEWS







