MDI.NEWS, Jakarta —– Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan bagi anak-anak yatim dan duafa tidak lagi cukup hanya berupa santunan materi. Mereka membutuhkan pembinaan yang menyentuh pembentukan karakter, penguatan identitas kebangsaan, serta bekal kemandirian ekonomi. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Rindang Indonesia Foundation menghadirkan sebuah konsep pembinaan terpadu yang diberi nama 3 IS.
Konsep 3 IS digagas oleh Ketua Umum Rindang Indonesia Foundation, M. Adhie Pamungkas. Ia menilai bahwa anak-anak yatim dan duafa harus dipersiapkan menjadi generasi yang tangguh secara spiritual, memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, serta mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui keterampilan kewirausahaan.
M. Adhie Pamungkas menjelaskan bahwa 3 IS merupakan singkatan dari agamis, nasionalis, dan berjiwa bisnis. Ketiga nilai ini menjadi fondasi utama dalam setiap program pembinaan yang dijalankan yayasan. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperkuat jati diri anak-anak binaan.
Menurut Adhie, pembinaan keagamaan menjadi pilar pertama yang ditekankan dalam program tersebut. “Kami ingin anak-anak memiliki pondasi agama yang kuat agar mereka tumbuh dengan akhlak yang baik dan memiliki arah hidup yang jelas,” ujarnya. Nilai-nilai spiritual diharapkan menjadi kompas moral dalam setiap langkah kehidupan mereka.

Pilar kedua adalah nasionalisme. Rindang Indonesia Foundation menanamkan kecintaan terhadap tanah air melalui berbagai kegiatan kebangsaan. Anak-anak dibiasakan menyanyikan lagu-lagu daerah, lagu kebangsaan, dan lagu nasional sebagai bagian dari pembentukan karakter dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Selain itu, yayasan juga memanfaatkan kegiatan seni dan musik sebagai media pembinaan. Lagu-lagu perjuangan dan budaya daerah diperkenalkan untuk memperluas wawasan kebangsaan anak-anak. Pendekatan ini dilakukan agar nilai nasionalisme tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dirasakan melalui pengalaman yang menyenangkan.
Pilar ketiga adalah pembentukan jiwa bisnis. Anak-anak binaan diberikan pengenalan kewirausahaan dan pelatihan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Program ini bertujuan agar mereka memiliki kemampuan ekonomi dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pihak lain di masa depan.
Melalui penerapan konsep 3 IS, Rindang Indonesia Foundation berharap dapat melahirkan generasi yatim dan duafa yang religius, cinta tanah air, serta mandiri secara finansial. Konsep ini telah diaplikasikan dalam berbagai kegiatan pembinaan yayasan dan menjadi arah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkarakter kuat. (***)
Sumber : @AsMEN-TV







