Mdi.News Mahasiswa dan pelajar yang bergerak menuju Gedung DPR melakukan pelemparan batu, botol, serta membakar ban dan spanduk. Aparat kepolisian merespons dengan gas air mata dan water cannon, memukul mundur massa hingga menjauh ke arah Semanggi dan Slipi.
- Ribuan mahasiswa, driver ojol, dan masyarakat umum turut serta dalam aksi ini. Semula sekitar 80 orang, jumlah pengunjuk rasa meningkat tajam.
- Kendaraan menuju Gedung DPR ditutup sementara, dan traffic di sekitar lokasi mengalami gangguan akibat pengalihan arus dan bekas kerusuhan.Klaim dari Wakil Ketua DPR
- Wakil Ketua DPR menyatakan tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan dianggap sebagai penyesuaian terhadap biaya hidup di Jakarta. Namun, hal ini memicu amarah publik karena dianggap sangat tidak proporsional dibandingkan dengan kondisi ekonomi rakyat.
- Pemicu utama: Pengungkapan tunjangan rumah bagi anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan sejak September 2024—sekitar 20 kali lipat standar upah minimum daerah—menjadi pemicu utama kemarahan publik.
- Kerusuhan terfokus: Titik panas terjadi di sekitar flyover dekat DPR, di mana massa membakar ban dan menghadapi polisi yang tiba-tiba melepaskan gas air mata dan water cannon.
- Tuntutan mendesak: Massa menuntut penghapusan tunjangan rumah, penundaan kenaikan gaji DPR, pembubaran kabinet, transparansi gaji, hingga pengusutan anggota parlemen terkait pernyataan kontroversial tentang peristiwa 1998.
- Gangguan lalu lintas yang signifikan: Upaya penutupan ruas jalan utama seperti Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya menyebabkan kemacetan berat dan pengalihan arus kendaraan.
ituasi memanas di depan DPR/MPR pada 25 Agustus 2025. Massa memaksa masuk, memicu tanggapan keras aparat di tengah protes atas tunjangan mewah anggota parlemen.
Ribuan demonstrantermasuk mahasiswa dan driver online bermain keras di halaman Gedung DPR sejak pagi hari. Mereka menuntut dihapusnya tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan, kenakan transparansi, hingga pembubaran lembaga legislatif. Aksi berujung bentrokan dengan polisi yang menyemprot dengan gas air mata dan water cannon. Hingga saat ini, situasi masih berlangsung tegang dengan gangguan lalu lintas yang meluas







