width=
width=

Sosialisasi FKDM Pondok Melati, Waspada Ancaman Kamtibmas, Perkuat Sinergi Warga dan Aparat

Mdinews, Pondok Melati, 24 Juni 2025 – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Pondok Melati menggelar kegiatan penting bertajuk Sosialisasi Antispasi dan Pencegahan Potensi Ancaman Kamtibmas, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Kegiatan yang dipandu oleh Iwan Wahyudi selaku MC ini menghadirkan para narasumber dari unsur kepolisian dan pemerintahan, serta dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, dan Linmas serta organisasi kemasyarakatan.

Acara ini menjadi momen strategis untuk memperkuat sinergi antar elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas sosial.

Wakapolsek Pondok Gede, AKP Sri Kusnandar, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa secara umum kondisi kamtibmas di wilayah Kecamatan Pondok Melati relatif kondusif. Meski demikian, ia menekankan bahwa tetap ada potensi gangguan keamanan yang harus diantisipasi secara dini.

“Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan telepon genggam oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. HP bukan hanya alat komunikasi, tapi bisa disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, melakukan penipuan, bahkan kejahatan siber lainnya,” tegasnya.

Ancaman nyata lainnya adalah penyalahgunaan narkoba, terutama yang menyasar anak-anak dan remaja. “Ini sangat memprihatinkan. Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda dari jerat narkoba,” lanjutnya.

Untuk itu, AKP Kusnandar mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya deteksi dini, termasuk melalui kegiatan silaturahmi ke rumah-rumah warga. Ia mengingatkan agar warga tidak ragu untuk melaporkan setiap kejadian mencurigakan melalui layanan kepolisian di nomor 110.

Narasumber kedua, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Nesan Sujana, turut memberikan pandangan strategis. Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, apalagi Kota Bekasi dikenal sebagai wilayah yang heterogen.

“Keberagaman ini adalah kekuatan, namun jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi potensi konflik dan intoleransi,” ujar Nesan.

Ia juga mengingatkan akan meningkatnya ancaman inkonvensional seperti radikalisme dan terorisme. Berdasarkan data, terdapat 35 eks napiter (narapidana terorisme) yang berdomisili di Kota Bekasi. “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka benar-benar kembali ke masyarakat dengan baik,” tambahnya.

Pentingnya dialog lintas komunitas, edukasi masyarakat, serta menjaga semangat toleransi menjadi kunci utama untuk meredam berbagai ancaman sosial seperti kenakalan remaja, tawuran, dan penyebaran paham menyimpang. Ia juga mengimbau masyarakat agar cerdas dalam menyikapi informasi, tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang bisa memicu keresahan.

Sesi diskusi dan tanya jawab dipandu Moh Hatta Tahir dari Asistensi Media Nasional (ASMEN) berlangsung aktif dan interaktif.

Peserta memberikan berbagai masukan dan pertanyaan yang menjadi cerminan kepedulian masyarakat terhadap kondisi keamanan lingkungannya. Semua ini menjadi bahan berharga bagi aparat dan FKDM dalam merumuskan langkah ke depan.

Di akhir acara, seluruh peserta menyepakati bahwa menjaga kamtibmas bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. Forum FKDM diharapkan menjadi ujung tombak dalam mendeteksi potensi ancaman di tengah masyarakat dan menjalin koordinasi erat dengan aparat keamanan dan pemerintahan.

Panitia menyampaikan ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berperan menyukseskan acara ini, khususnya kepada para tokoh dan pejabat yang hadir antara lain Heryanto, AP., M.Si selaku Camat Pondok Melati, H. Dedy Hidayat, SE selaku Ketua FKDM Kota Bekasi, Pa Dhe Minto selaku Ketua FKDM Kecamatan Pondok Melati.***

WWW.MDI.NEWS