width=
width=
TOKOH  

Sosialisme Indonesia: Warisan Bung Karno Yang Tak Lekang Oleh Waktu

MDI.NEWS | Tokoh – Pada masa pemerintahan Presiden pertama RI, Ir. Sukarno, Indonesia berdiri di atas fondasi ideologi yang berbeda dari negara-negara lain di dunia. Alih-alih meniru mentah-mentah kapitalisme Barat atau komunisme Timur, Bung Karno meramu gagasan baru yang disebut Marhaenisme.

 

Marhaenisme lahir dari pemikiran Sukarno setelah bertemu dengan seorang petani kecil bernama Marhaen. Dari sosok itu, Sukarno menyimpulkan bahwa rakyat Indonesia kebanyakan adalah kaum kecil yang memiliki alat produksi sederhana namun tetap hidup miskin. Maka, perjuangan bangsa ini adalah membebaskan rakyat kecil dari penindasan kolonialisme dan kapitalisme.

 

Tak berhenti di situ, Sukarno juga menggagas konsep Sosialisme Indonesia. Bedanya dengan sosialisme ala Barat, Sukarno menekankan bahwa sosialisme Indonesia harus berakar pada budaya bangsa, gotong royong, dan nilai-nilai Pancasila. “Kita tidak mau menjadi tiruan Soviet atau Tiongkok, kita punya jalan sendiri,” begitu kira-kira semangat Bung Karno.

 

Beberapa pedoman pemikiran sosialisme Sukarno antara lain :

1. Anti kolonialisme dan keadilan sosial. Menolak penjajahan, kapitalisme dan kesenjangan.

2. Berakar pada gotong-royong. Sosialisme khas Indonesia sesuai budaya musyawarah dan kekeluargaan.

3. Marhaenisme dan ekonomi kerakyatan. Berpihak pada rakyat kecil dengan negara sebagai pengaturannya.

4. Persatuan dan solidaritas dunia. Menyatukan kekuatan bangsa (Nasakom) dan mendukung perjuangan bangsa-bangsa yang tertindas.

 

Untuk menyatukan kekuatan bangsa, Sukarno memperkenalkan Nasakom — akronim dari Nasionalisme, Agama, dan Komunisme. Melalui Nasakom, ia berharap tidak ada lagi jurang pemisah antara kaum nasionalis, kelompok agama, dan kaum komunis. Meski akhirnya menimbulkan perdebatan panas dan ketegangan politik, gagasan ini menunjukkan visi Sukarno untuk membangun persatuan.

 

Di panggung internasional, haluan ideologi Sukarno tercermin dalam politik luar negeri “bebas aktif”. negaraeyysIndonesia berdiri tegak menentang imperialisme, kerap condong pada blok -negara sosialis, namun tetap menegaskan tidak mau menjadi satelit siapa pun.

 

Singkatnya, era Sukarno adalah masa ketika Indonesia berani tampil dengan ideologi khas: Marhaenisme, Sosialisme Indonesia, dan Nasakom. Sebuah jalan pemikiran yang lahir dari kondisi rakyat sendiri, sekaligus menjadi penanda bahwaY bangsa ini punya identitas ideologis yang berbeda dari Barat maupun Timur.

 

Imam Setiadi – Media Duta Indonesia

Penulis: Imam Setiadi Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS