Mdi.News Kepedulian dan ketulusan kembali diperlihatkan oleh Tim AsMEN Peduli Bangsa saat mendatangi seorang perempuan penyandang ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) bernama Fuji, warga Dusun Dalaman Kidul. Kedatangan tim yang terdiri dari Nurkholis, Renata, Jonathan, dan Setevani ini berhasil menyentuh hati Fuji hingga akhirnya bersedia untuk berobat setelah sekian lama menolak.
Fuji selama ini dikenal sebagai sosok pendiam dan tertutup. Ia telah lama mengalami gangguan kejiwaan yang membuatnya sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Meski pihak keluarga dan aparat desa telah berulang kali mencoba membujuknya untuk berobat, semua upaya itu selalu berujung tanpa hasil. Orang tua Fuji sendiri merasa takut dan khawatir jika sang anak menolak atau marah saat diajak naik kendaraan menuju tempat pengobatan
Namun harapan baru muncul ketika Tim AsMEN Peduli Bangsa datang dengan penuh kesabaran dan kasih. Nurkholis selaku koordinator tim mengatakan bahwa kedatangan mereka bukan semata menjalankan tugas, melainkan panggilan kemanusiaan.
“Kami datang bukan untuk memaksa, tapi untuk menunjukkan bahwa Fuji tidak sendiri. Kami ingin dia tahu, masih banyak yang peduli dan ingin melihatnya sembuh,” ujar Nurkholis dengan mata berkaca.
Dengan pendekatan yang lembut dan penuh empati, tim AsMEN Peduli berbicara pelan, mendengarkan keluh kesah keluarga, serta menenangkan hati orang tua Fuji yang sempat cemas. Sementara itu, Renata dan Setevani terus berusaha menghibur Fuji dengan penuh kesabaran, didampingi Jonathan yang memastikan situasi tetap aman dan nyaman.
Setelah hampir dua jam pendekatan dilakukan, suasana yang semula tegang berubah haru. Fuji yang sejak awal hanya menunduk akhirnya menatap tim AsMEN dan dengan suara pelan berkata,
“Saya mau berobat…”
Ucapan sederhana itu menjadi momen mengharukan bagi semua yang hadir. Sekretaris dusun dan Kepala Dusun Dalaman Kidul pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada AsMEN Peduli Bangsa atas keberhasilan mereka membujuk Fuji dengan cara yang begitu manusiawi.
“Kami sudah beberapa kali mencoba, tapi gagal. Tim AsMEN datang dengan cara berbeda, penuh kasih, dan akhirnya berhasil. Ini luar biasa,” ujar Kepala Dusun dengan nada haru.
Fuji kini mulai menjalani proses pengobatan berkat dukungan keluarga dan pendampingan dari AsMEN Peduli Bangsa. Warga sekitar berharap agar Fuji segera pulih dan dapat kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala.
Kisah Fuji menjadi bukti nyata bahwa ketulusan dan kepedulian dapat menyembuhkan luka yang tak tampak oleh mata. Tim AsMEN Peduli Bangsa berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang terpinggirkan tanpa pandang bulu.
🕊️ “Karena setiap jiwa berhak untuk sembuh dan dicintai.” – AsMEN Peduli Bangsa







