MDINEWS — Operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang melayani rute Yogyakarta–Makassar terus berlangsung intensif. Hingga Senin, 19 Januari 2026, tim SAR gabungan telah menemukan dua jenazah dari total 11 orang yang berada di dalam pesawat. Sementara sembilan korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Pesawat nahas tersebut dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya dinyatakan jatuh di wilayah dengan kondisi geografis yang cukup ekstrem. Sejak hari pertama kejadian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, KNKT, pemerintah daerah, serta relawan dikerahkan secara maksimal untuk menyisir lokasi kejadian.
Kepala Basarnas menyebutkan bahwa proses pencarian menghadapi berbagai kendala, terutama medan yang sulit dijangkau, cuaca yang berubah cepat, serta keterbatasan jarak pandang. Lokasi jatuhnya pesawat berada di area yang dipenuhi perbukitan dan vegetasi lebat, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk membuka jalur evakuasi.
Untuk mempercepat pencarian, tim SAR menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti drone pemantau udara, alat pendeteksi panas, serta unit anjing pelacak. Helikopter juga dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara dan mengangkut personel ke titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Dua jenazah yang berhasil ditemukan langsung dievakuasi ke posko utama untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Pihak berwenang belum mengumumkan identitas korban secara resmi dan menegaskan bahwa pengumuman hanya akan dilakukan setelah proses identifikasi dinyatakan lengkap dan valid.
Keluarga korban yang sejak awal menunggu di posko informasi terus mendapatkan pendampingan psikologis dari tim medis dan relawan. Suasana duka dan harap cemas menyelimuti keluarga yang berharap seluruh korban segera ditemukan.
Sementara proses pencarian terus berjalan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga mulai mengumpulkan data awal untuk penyelidikan penyebab kecelakaan. Investigasi akan mencakup kondisi pesawat, faktor cuaca, rekaman komunikasi penerbangan, serta riwayat teknis ATR 42-500 tersebut.
Pihak maskapai menyatakan akan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait dan memastikan hak-hak keluarga korban tetap terpenuhi, termasuk santunan dan dukungan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah dan tim SAR mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi. Seluruh perkembangan resmi akan disampaikan melalui satu pintu oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan kebingungan maupun kepanikan.
Operasi pencarian dijadwalkan terus berlanjut hingga seluruh korban ditemukan. Pemerintah berharap cuaca mendukung agar proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan penerbangan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas.







