MDI.NEWS, Kota Bekasi—-Pertemuan antara pihak developer dan pihak penuntut warga Perumahan Gardenia City 2 Cikarang digelar di kantor developer yang berlokasi di Jalan Cendana Raya 76, RT 002/RW 006A, Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan perumahan tersebut.
Komisaris Utama PT. Anugerah Wishnu Wicaksana, Budi Caksono Hadi, mengatakan pihaknya memahami kondisi yang tengah dialami warga Gardenia City 2 Cikarang. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan banjir sehingga diperlukan langkah penanganan yang matang dan terukur agar persoalan tersebut dapat segera diatasi.
Budi menjelaskan, pertemuan bersama warga telah menghasilkan kesepahaman awal terkait rencana penanggulangan banjir di lingkungan perumahan. Namun demikian, pembahasan masih akan dilanjutkan untuk menentukan spesifikasi pekerjaan serta teknis pelaksanaan di lapangan.
“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan terkait penanggulangan di perumahan tersebut. Saat ini tinggal menyepakati spesifikasi pekerjaan yang nantinya akan dilaksanakan sesuai hasil persetujuan bersama,” ujar Budi.
Ia menambahkan, pihak developer bersama warga akan melakukan inspeksi ulang ke lokasi perumahan. Hasil inspeksi tersebut nantinya menjadi dasar dalam perhitungan kebutuhan pekerjaan, termasuk estimasi waktu pelaksanaan dan dampak yang kemungkinan muncul di wilayah sekitar.
Menurut Budi, koordinasi dengan warga dan lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam proses penanganan banjir. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan yang nantinya dilaksanakan tidak menimbulkan dampak baru bagi masyarakat di sekitar kawasan perumahan.
Sementara itu, ketua pengurus Perumahan Gardenia City 2 Cikarang, Fajar Fauzan, menyampaikan bahwa hasil musyawarah dengan pihak developer akan kembali dibahas bersama seluruh warga. Dalam pembahasan tersebut terdapat dua opsi yang akan dipertimbangkan, yakni pembangunan tanggul air sesuai spesifikasi dari developer atau pengalihan anggaran untuk peninggian jalan lingkungan perumahan.
“Pihak developer juga akan membantu berkoordinasi dengan pemerintah terkait solusi penutupan saluran pintu air belakang dan peningkatan kapasitas pompa air. Warga juga mengusulkan agar mesin pompa yang saat ini masih menggunakan solar dapat ditingkatkan menjadi tenaga listrik,” kata Fajar.
Perwakilan warga Gardenia City 2 Cikarang, Epoy, berharap seluruh pihak dapat segera merealisasikan solusi terbaik agar banjir tidak terus terjadi di lingkungan perumahan. Ia menegaskan, warga menginginkan penanganan jangka panjang demi kenyamanan masyarakat hingga generasi mendatang.
“Kami hanya ingin perumahan ini tidak terus-menerus dilanda banjir. Mudah-mudahan apa yang sudah dibahas bersama dapat segera direalisasikan dengan baik demi kenyamanan warga,” ucap Epoy. (***)







