MDI.NEWS, Jakarta — Alumni SMP Negeri 143 Jakarta Angkatan 1989 menggelar kegiatan Temu Kangen di lingkungan sekolah sebagai ajang mempererat kembali tali silaturahmi yang telah terjalin selama puluhan tahun. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para alumni, guru-guru yang pernah mengajar, pihak sekolah, panitia reuni serta dewan penasihat alumni dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pada Sabtu, (13/7/2026).
Acara yang berlangsung meriah itu menjadi momentum penting bagi para alumni untuk mengenang masa-masa sekolah sekaligus menjalin kembali hubungan yang selama ini terhubung melalui berbagai kegiatan dan grup komunikasi alumni. Kehadiran para mantan guru menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi seluruh peserta yang hadir.
Mantan guru alumni SMP Negeri 143 Angkatan 89 Jakarta, Safrita, S.Pd., mengaku terharu atas perhatian dan penghormatan yang diberikan para alumni kepada para guru mereka. Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa hubungan antara guru dan murid tetap terjaga meskipun telah dipisahkan oleh waktu yang sangat panjang.
“Saya sangat kagum, kaget, dan terharu. Ternyata anak-anak SMP Negeri 143 masih mengingat guru-gurunya. Meskipun sekolah kita dulu masih sederhana dan para siswa memiliki berbagai karakter, saya bangga karena sekarang kalian telah menjadi orang-orang yang dapat diandalkan dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya,” ujar Safrita dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Iluni Sempati 89, Esa Apriadi, mewakili Ketua panitia Temu Kangen yang berhalangan hadir pada awal acara, menyampaikan bahwa reuni tersebut merupakan hasil kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu diselenggarakan untuk mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian di antara sesama alumni.
Dalam sambutannya, Esa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. “Kehadiran Bapak dan Ibu Guru merupakan kebahagiaan yang tak ternilai bagi kami. Tanpa bimbingan dan ilmu yang telah diberikan, kami mungkin tidak akan menjadi seperti sekarang ini,” kata Esa.
Penghargaan yang sama juga diberikan kepada para anggota dewan penasihat, panitia pelaksana, dan seluruh alumni yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga kegiatan Temu Kangen dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Dewan Penasihat Alumni, Hasan Basri. Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta diajak mendoakan para sahabat dan guru yang telah berpulang. Setelah doa bersama, panitia menyerahkan cinderamata kepada para mantan guru sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas jasa mereka dalam mendidik dan membimbing para siswa SMP Negeri 143 Jakarta Angkatan 1989. (***)
(Rizki)







