width=
width=

PBB Makassar Sulap Limbah Kayu Jadi Produk Bernilai, Pemuda Diajak Bangun Ekonomi Sirkular

MDINews Makasar, 18/08/2026 — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Makassar mendorong pemberdayaan pemuda dan masyarakat melalui pemanfaatan limbah kayu menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

Program tersebut dikembangkan di salah satu gudang milik Ketua DPC PBB Kota Makassar, Izhar, yang berada di Kompleks Pergudangan Tamalanrea, Jalan Ir. Sutami Blok A3 Nomor 34, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketua DPC PBB Kota Makassar, Izhar, mengatakan gudang tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk aktivitas usaha, tetapi juga diarahkan menjadi ruang pemberdayaan bagi pemuda, kader PBB, maupun masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

“Rencananya kami akan membuat semacam warehouse. Di sini akan ada aktivitas untuk Pemuda Bulan Bintang dan warga-warga yang menganggur. Kita coba panggil dan berdayakan mereka, apa yang bisa mereka buat dan kreasikan untuk menghasilkan,” ujar Izhar.

Menurut Izhar, kawasan pergudangan tersebut memiliki banyak material yang selama ini dianggap sebagai limbah, seperti palet dan plywood. Material tersebut kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi berbagai produk kerajinan.

Ia menuturkan, limbah plywood tersebut berasal dari sisa produksi furniture di sekitar kawasan pergudangan. Sebelum dimanfaatkan, sebagian limbah tersebut bahkan hanya dibakar karena dianggap tidak memiliki nilai.

“Setelah kami lihat, ternyata ini bisa bermanfaat dan bisa dibuat kerajinan. Akhirnya kami kumpulkan,” katanya.

Sejumlah produk kerajinan dari limbah kayu kini telah berhasil dibuat dan bahkan mendapat respons positif dari masyarakat. Izhar menyebut beberapa produk sudah terjual dan mendapat pesanan dari konsumen.

Salah satu produk yang ditampilkan berupa kaki meja meeting yang seluruh material kayunya berasal dari limbah.

Selain itu, terdapat meja rias gantung yang dibuat dari limbah kayu dengan tambahan kaca sebagai material yang dibeli. Produk tersebut ditawarkan dengan harga Rp85.000 per unit, sedangkan biaya kaca sekitar Rp33.000.

Produk lainnya berupa rak hias dinding yang dapat digunakan untuk meletakkan pot bunga maupun benda dekoratif. Produk tersebut dibanderol sekitar Rp20.000.

Ada pula meja mengaji untuk anak-anak yang seluruh material utamanya menggunakan limbah kayu. Produk lainnya dijual dengan harga sekitar Rp40.000.

Izhar mengatakan, keberhasilan mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi menunjukkan bahwa kreativitas dapat membuka peluang usaha sekaligus mengurangi material yang terbuang.

Sementara itu, Muhammad Yaza Azhari Britain (Ketua DPW PBB Sul-sel) yang turut meninjau langsung kegiatan tersebut mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular di lingkungan PBB Sulawesi Selatan.

Menurut Yaza, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan limbah, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan menciptakan sumber pendapatan.

“Yang kami tawarkan adalah tempat, ruang, material, serta transfer ilmu. Bagi yang belum bisa, akan diajarkan. Sementara yang sudah memiliki kemampuan bisa langsung mempraktikkannya,” ujar Yaza.

Ia mengajak pemuda, baik kader PBB maupun masyarakat umum, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan terlibat dalam kegiatan produktif.

Yaza menilai pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai merupakan salah satu contoh konkret bagaimana ekonomi sirkular dapat diterapkan di tingkat masyarakat.

“Bagaimana kita bisa memanfaatkan limbah menjadi barang yang bernilai. Inilah yang kami sebut sebagai ekonomi sirkular,” katanya.

Izhar menambahkan, pihaknya masih akan mengembangkan berbagai jenis produk kerajinan lainnya dengan memanfaatkan material limbah yang tersedia di kawasan pergudangan.

Ia berharap semakin banyak pemuda dan masyarakat yang bergabung sehingga kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi wadah kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Untuk teman-teman, terus berjuang, terus berkreasi demi kemajuan kita sendiri dan demi kemajuan partai kita,” pungkas Izhar.

Pewarta : Ridho

WWW.MDI.NEWS