MDINEWS, Jakarta — Sutradara film Harusnya Horror, Reza Oktovian atau Reza Arap, mengambil langkah hukum terhadap pihak yang membajak dan menyebarluaskan rekaman film melalui media sosial. Salah satu akun yang menjadi perhatian adalah akun X @patriarkibasi yang disebut turut mengunggah rekaman film saat masih tayang di bioskop disertai tulisan bernada penghinaan. Pada Rabu, (26/8/26).
Reza menilai tindakan tersebut dilakukan secara sadar karena materi film direkam dari layar bioskop kemudian disebarkan kepada publik. Selain merugikan karya perfilman, unggahan tersebut juga dinilai telah melewati batas karena disertai pernyataan yang dianggap menghina pihak yang terlibat dalam film.
“Mengunggah spoiler dan pembajakan secara sadar, mengetik caption dengan nada hinaan secara sadar, bahkan setelahnya bilang terima kasih karena tweet-nya jadi ramai. Saya akan menempuh jalur hukum dan melayangkan somasi terhadap akun X @patriarkibasi,” ujar Reza Oktovian.
Reza juga menyoroti konteks adegan yang direkam dan disebarluaskan oleh akun tersebut. Menurutnya, adegan itu memiliki nilai emosional dan berkaitan erat dengan mendiang Lula Lahfah yang menjadi sosok penting dalam perjalanan film Harusnya Horror. Karena itu, ia menyayangkan tindakan pihak yang menjadikan potongan adegan tersebut sebagai bahan candaan sekaligus hinaan di media sosial.
“Di luar dari pembajakan, dia tertawa dan menghina tanpa memikirkan perasaan orang lain. Dia tidak tahu seberapa sakral adegan yang dia unggah, dan yang saya lakukan di adegan tersebut tidak berdasarkan apa pun, selain karena saya sering melakukan itu ke almarhumah Lula Lahfah,” jelas Reza.
Sebelumnya, rumah produksi Ess Jay Pictures telah mengingatkan masyarakat agar tidak merekam layar bioskop dan menyebarkan potongan film Harusnya Horror ke berbagai platform digital. Pihak produksi menegaskan bahwa tindakan pembajakan dapat merugikan seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan film dan pelakunya akan diproses melalui jalur hukum.
Harusnya Horror menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh anggota AAAClan, yakni George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong). Film tersebut juga menampilkan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, dan Malka Rafasya, serta penampilan khusus Yoshua Marcellos (Cellos). Film ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan bagi mendiang Lula Lahfah.
“Film ini menjadi legacy dari almarhumah Lula Lahfah. Jadi kalau ada pembajak yang secara sadar menyebarkan dan melakukan penghinaan, saya tidak segan-segan untuk menegur dan meminta pertanggungjawaban,” tegas Reza.
Diproduksi Ess Jay Pictures, Harusnya Horror berada di bawah arahan produser Sridhar Jetty, ko-produser Jimmy L. Lalwani, dan produser eksekutif David S. Suwarto. Film tersebut saat ini masih tayang di bioskop Indonesia. Informasi terbaru mengenai film dapat diikuti melalui akun Instagram @harusnyathemovie dan @essjay.pictures. Ess Jay Studios sendiri didirikan pada 1 Agustus 2022 oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani sebagai bagian dari pengembangan industri kreatif di Indonesia. (***)






