MDI.NEWS, Tambun Selatan – Badan SAR Nasional (Basarnas) Bekasi menggelar kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Bidang Pencarian dan Pertolongan serta Mitigasi Gempa Bumi di kediaman Aipda H. Syaiful Nyamat,di Jl. Rw. Pisang No.54, Sumberjaya, Kec. Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pj. Kepala Desa Sumberjaya Ike Rahmawati, S.E., M.Si., Kepala Desa terpilih periode 2026–2030 H. Dulloh Syafei, Direktur BUMDes Sumberjaya Husni Solihin, S.E., Anggota BPD Sumberjaya Ustadz Qosim Hasim, Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi Basarnas Bekasi Erdi, serta puluhan warga dan kelompok masyarakat setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Selain gempa bumi, Desa Sumberjaya juga dikenal memiliki potensi bencana banjir dan angin puting beliung.
Sejarah Basarnas
Sejarah Basarnas berawal dari diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 1972 pada 28 Februari 1972 tentang pembentukan Badan SAR Indonesia (BASARI).
Seiring dengan perkembangan kebutuhan pencarian dan pertolongan di Indonesia, kelembagaan SAR terus berkembang hingga menjadi Badan SAR Nasional (Basarnas), yang bertugas menyelenggarakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat dalam kondisi darurat, kecelakaan, maupun bencana.
Dalam kegiatan penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, maupun setelah gempa terjadi. Peserta juga mendapatkan pengetahuan dasar mengenai pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana.
Basarnas mendorong kelompok masyarakat agar memiliki kemampuan dasar dalam melakukan tindakan pertolongan secara cepat dan tepat sebelum bantuan dari petugas tiba di lokasi.
PJ Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Desa Sumberjaya itu termasuk desa yang rawan bencana, baik banjir maupun puting beliung. Saya selaku Pemerintah Desa Sumberjaya mengucapkan terima kasih kepada Unit Basarnas Bekasi. Ini ilmu yang sangat bermanfaat karena Desa Sumberjaya baru terbentuk Desa Tanggap Bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi, menjelaskan bahwa peran masyarakat sangat krusial sebagai garda terdepan ketika bencana terjadi.
“Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas masyarakat. Karena bencana tidak melihat waktu.
Perangkat desa dan masyarakat adalah yang pertama melakukan tindakan awal sebelum kami datang untuk membantu evakuasi,” jelas Erdi.
Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam melakukan penanganan awal akan sangat membantu petugas SAR ketika melakukan proses evakuasi.
“Yang kami harapkan masyarakat mempunyai kemampuan untuk penanganan awal, sudah bisa menyelamatkan diri sendiri dan wilayahnya. Itu sangat meringankan beban kami saat evakuasi,” tegasnya.
Erdi menambahkan, setiap tahun pihaknya juga membuka pelatihan Potensi SAR untuk merekrut warga dari desa-desa yang memiliki potensi rawan bencana.
“Kami akan merekrut warga untuk dijadikan potensi SAR. Tujuannya untuk mendapatkan informasi cepat terkait musibah dan melakukan penanganan awal,” pungkasnya.
Sementara itu, Yudhistira AB selaku Rescuer menjelaskan kepada wartawan bahwa melalui Program Pemberdayaan Masyarakat tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya gempa bumi, semakin meningkat.
“Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam,” jelasnya.
Melalui kegiatan yang mengusung semangat “Quick Action” tersebut, diharapkan masyarakat Desa Sumberjaya semakin tangguh, tanggap, dan mandiri dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
(Dudung)






