MDI NEWS, Tambun Selatan – Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 08 di RT 08/RW 049, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendorong aktivitas ekonomi warga.
Ketua Yayasan Wanasari Fitri Berkah, Syarief Abdul Khaliq, mengatakan bahwa salah satu kontribusi nyata keberadaan SPPG 08 adalah penyerapan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Tercatat sebanyak 47 orang dari sejumlah RT di lingkungan RW 049 telah dilibatkan dalam kegiatan operasional SPPG.
“SPPG 08 Sumberjaya menyerap tenaga kerja di lingkungan sebanyak 47 orang dari beberapa RT. Ada dari RT 03, RT 04 dan RT 08,” ujar Syarief saat ditemui di lokasi SPPG 08, Senin (2/11/2026).
Menurut Syarief, keberadaan SPPG juga turut memberikan manfaat terhadap keamanan lingkungan. Dengan adanya petugas keamanan (security), aktivitas di sekitar lokasi menjadi lebih terpantau sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Dampak positif pada lingkungan yaitu dapat menyerap tenaga kerja di lingkungan RW 049. Karena ada security maka lingkungan jadi aman,” tambahnya.
Selain aspek ketenagakerjaan dan keamanan, pengelolaan limbah juga menjadi perhatian pihak pengelola. Syarief menjelaskan, SPPG 08 telah menyediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 3.000 liter untuk mendukung pengelolaan limbah dari kegiatan produksi makanan.
“Cara penanganannya yaitu dengan adanya IPAL dengan kapasitas 3.000 liter, karena kita produksi 3.000 porsi. Limbah masuk IPAL diolah dan keluar sudah dalam keadaan bersih,” jelasnya.
Di sisi lain, manfaat keberadaan SPPG 08 juga dirasakan melalui kerja sama dengan BUMDes Agraprana Desa Sumberjaya. Direktur BUMDes Agraprana, Husni Solihin, menyampaikan bahwa pihaknya telah memasuki tahap ketiga dalam memasok kebutuhan telur untuk SPPG 08.
“BUMDes sudah memasok telur yang ke-3 ke SPPG 08. Dampaknya positif pada lingkungan,” kata Husni.
Ia menjelaskan, kemitraan tersebut tidak hanya terbatas pada BUMDes, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki produk atau komoditas yang dibutuhkan SPPG untuk ikut terlibat dalam rantai pasok.
“Apabila masyarakat yang mempunyai barang yang dibutuhkan SPPG bisa menghubungi BUMDes. Sehingga banyak dampak positif bagi lingkungan. Yang tadinya masyarakat mengira tidak terlibat, ternyata terlibat,” ungkapnya.
Kolaborasi antara SPPG 08 dan BUMDes Agraprana diharapkan dapat terus berkembang sehingga manfaat keberadaan program pemenuhan gizi tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar melalui kesempatan kerja, peluang usaha, serta penguatan ekonomi lokal.
Dengan demikian, keberadaan SPPG 08 di RW 049 Sumberjaya menjadi salah satu bentuk kegiatan yang berpotensi mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ekonomi di tingkat desa.
(Nadih)






