MDI.NEWS,Jakarta – BASE Entertainment menggelar press screening dan konferensi pers film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Film yang mengangkat dinamika kehidupan pekerja muda tersebut menghadirkan cerita tentang perjuangan membangun karier, persahabatan, pencarian jati diri, hingga tantangan mengelola penghasilan pada awal memasuki dunia kerja.
Kegiatan yang berlangsung sejak siang itu dihadiri produser Shanty Harmayn, sutradara Archie Hekagery, penulis buku Samuel Ray, serta penulis skenario Rifki Ardisha. Sejumlah pemain yang turut hadir di antaranya Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Lutfi Afansyah, Daffa Wardhana, Arafah Rianti, Wafda Saifan, dan Indra Birowo.
Melalui film ini, BASE Entertainment berupaya menghadirkan gambaran kehidupan generasi muda yang sedang menjalani masa awal bekerja. Berbagai persoalan yang muncul dalam lingkungan profesional dikemas melalui perpaduan drama, komedi, dan kisah persahabatan yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Cerita tersebut menggambarkan bahwa memasuki dunia kerja tidak selalu berjalan sesuai harapan. Masa percobaan atau probation menjadi fase ketika seseorang harus membuktikan kemampuan, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi tuntutan pekerjaan, sekaligus menentukan arah perjalanan kariernya.
Dalam rangkaian konferensi pers, kolaborasi film ini dengan CIMB Niaga juga menjadi salah satu pembahasan. Kerja sama tersebut mengangkat kampanye pengelolaan penghasilan melalui layanan OCTO, terutama bagi kalangan pekerja muda yang baru menerima gaji dan mulai belajar mengatur keuangan secara mandiri.
Perwakilan CIMB Niaga menjelaskan bahwa cerita dalam Lagi Probation memiliki keterkaitan dengan kehidupan anak muda yang sedang berjuang mengejar cita-cita. Perjalanan tersebut tidak jarang dihadapkan pada berbagai kebutuhan finansial yang harus dikelola secara bijaksana.
Menurutnya, kebiasaan mengatur penghasilan perlu dibangun sejak seseorang memperoleh gaji pertama. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini dinilai dapat membantu generasi muda mempersiapkan kebutuhan masa depan sekaligus mewujudkan berbagai target kehidupan.
Ia menyampaikan, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kebiasaan memindahkan gaji ke OCTO sebagai langkah awal pengelolaan keuangan. Pesan itu juga diselaraskan dengan perjalanan para karakter dalam film yang sedang berusaha membangun kehidupan profesional mereka.
“Proses mengejar mimpi itu tidak selalu mudah. Selalu ada tantangan dan perjuangan yang harus dihadapi. Namun, kami percaya setiap anak muda Indonesia memiliki kesempatan untuk mewujudkan impiannya,” ungkap perwakilan CIMB Niaga tersebut.
Lebih lanjut, CIMB Niaga memperkenalkan konsep JURUS OCTO sebagai panduan sederhana bagi pekerja muda dalam mengelola penghasilan. Konsep tersebut mencakup optimalisasi dana, perencanaan kebutuhan, perlindungan terhadap risiko keuangan, serta pemanfaatan berbagai kemudahan dan program yang tersedia.
Optimalisasi dana diarahkan agar penghasilan dapat dimanfaatkan secara efektif untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari. Sementara itu, perencanaan keuangan membantu pekerja menentukan prioritas, mulai dari memenuhi kebutuhan pokok, menabung, hingga mempersiapkan target yang ingin dicapai.
Aspek perlindungan risiko juga menjadi perhatian karena pekerja muda perlu mulai mengenal pentingnya dana darurat dan perlindungan keuangan. Di sisi lain, pengelolaan penghasilan tetap perlu memberikan ruang untuk menikmati hasil kerja melalui berbagai aktivitas positif dan hiburan.
CIMB Niaga berharap pesan tersebut dapat mendorong generasi muda agar tidak hanya berani mengejar cita-cita, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola hasil kerja mereka. Kampanye tersebut sebelumnya turut diperkenalkan melalui sejumlah kegiatan promosi di lingkungan kampus dan acara bertema perjalanan mengejar mimpi.
Sementara itu, produser Shanty Harmayn menjelaskan bahwa film ini berangkat dari buku Lagi Probation karya Samuel Ray. Buku tersebut memuat berbagai cerita dan pengalaman mengenai kehidupan pekerja, termasuk persoalan yang dihadapi seseorang ketika mencari pekerjaan maupun menjalani masa awal berkarier.
Shanty menilai pengalaman memasuki dunia kerja kerap menghadirkan perasaan berjuang sendirian. Melalui film ini, pihaknya ingin memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing, sehingga mereka tidak perlu merasa menghadapi seluruh persoalan seorang diri.
“Kami ingin membuat film ini supaya ada temannya. Mudah-mudahan film ini bisa memeluk teman-teman yang sedang berjuang dan memperlihatkan bahwa mereka tidak sendirian,” kata Shanty.
Penulis buku Samuel Ray mengungkapkan bahwa materi cerita tersebut awalnya berkembang dari berbagai curahan hati masyarakat melalui media sosial. Saat masih bekerja di bidang sumber daya manusia atau human resources (HR), ia membuka ruang diskusi bagi masyarakat yang ingin berbagi pengalaman maupun memperoleh informasi seputar dunia kerja.
Berbagai persoalan yang disampaikan warganet kemudian dikembangkan menjadi konten edukatif dan akhirnya dibukukan. Topik yang dibahas mencakup penyusunan daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV), persiapan menghadapi wawancara kerja, hingga berbagai strategi agar pelamar memiliki peluang lebih besar diterima bekerja.
“Film ini lahir dari curhatan-curhatan netizen. Mudah-mudahan pesan dan harapan yang disampaikan bisa relevan dengan teman-teman yang sedang bekerja maupun yang masih mencari pekerjaan,” ujar Samuel.
Penulis skenario Rifki Ardisha mengatakan tantangan dalam mengadaptasi buku tersebut adalah menerjemahkan berbagai nilai dan pengalaman menjadi karakter serta rangkaian peristiwa yang menarik secara sinematik. Ia berupaya memasukkan pesan-pesan kehidupan tanpa membuat film terasa seperti penyampaian nasihat secara langsung.
Menurut Rifki, pengalaman dalam dunia kerja juga mengajarkan seseorang untuk tetap menjaga sisi kemanusiaan. Kesibukan, tuntutan profesional, dan ambisi mengejar pencapaian terkadang membuat seseorang lupa memperhatikan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Sutradara Archie Hekagery mengaku harus melakukan persiapan dan riset untuk memahami kehidupan pekerja muda. Ia mengunjungi sejumlah kantor, berdiskusi dengan bagian HR, serta mewawancarai karyawan yang sedang menjalani masa probation agar gambaran yang ditampilkan dalam film terasa lebih autentik.
Archie juga bersama kru mencoba menggunakan transportasi umum, termasuk KRL pada jam sibuk, untuk merasakan langsung rutinitas masyarakat yang setiap hari berangkat bekerja. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan pengamatan dalam membangun suasana dan detail kehidupan para karakter.
“Ini pengalaman baru bagi saya. Kami datang ke beberapa kantor untuk melihat langsung, bertemu dengan HRD, dan berbicara dengan karyawan yang benar-benar sedang menjalani probation. Kami juga mencoba naik KRL pada pagi hari agar bisa mendapatkan suasana yang autentik,” ungkap Archie.
Dari sisi pemain, Aurora Ribero mengaku memperoleh banyak pelajaran melalui karakter Bintang yang diperankannya. Ia belajar mengenai pentingnya empati, keberanian, dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan, terutama ketika seseorang sedang berusaha menemukan arah masa depannya.
Aurora juga menilai perjalanan karakter dalam film tersebut memperlihatkan pentingnya memahami orang lain sebelum memberikan penilaian. Setiap individu memiliki persoalan dan proses kehidupan yang berbeda, sehingga sikap saling menghargai menjadi hal penting dalam membangun hubungan.
Rey Bong yang memerankan Bima mengatakan karakter tersebut memiliki sejumlah lapisan kepribadian yang harus dibangun secara cermat. Ia mengaku banyak terbantu melalui proses pengembangan karakter bersama Archie Hekagery agar dapat menampilkan sosok Bima dengan berbagai sisi kehidupannya.
Gabriella Ekaputri yang memerankan Claudia mengungkapkan bahwa karakter tersebut memberikan pelajaran mengenai ketegasan, batasan diri, dan kemampuan memisahkan urusan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Menurutnya, seseorang perlu mengetahui prioritas serta memiliki pendirian dalam menjalani lingkungan profesional.
Daffa Wardhana juga mendapatkan pengalaman berharga melalui karakter yang diperankannya. Ia menilai setiap orang memiliki perjuangan yang tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, seseorang tidak seharusnya terburu-buru menilai kehidupan orang lain hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.
Sementara itu, Damai yang diperankan Daffa Wardhana dan karakter Selma yang dimainkan Arafah Rianti turut menghadirkan warna komedi dalam film. Arafah mengaku menikmati proses syuting karena karakter yang diperankannya memiliki sejumlah kemiripan dengan kepribadiannya. Ia juga menilai cerita film ini menarik karena memperlihatkan beragam tingkah laku orang ketika menghadapi persoalan pekerjaan.
Indra Birowo yang berperan sebagai sosok ayah dalam film tersebut menyampaikan bahwa karakter yang dimainkannya menggambarkan orang tua yang mulai mengesampingkan ambisi pribadi demi memberikan dukungan kepada anak-anaknya. Baginya, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi generasi berikutnya agar dapat berkembang dan meraih kehidupan yang lebih baik.
Melalui perpaduan cerita, karakter, dan pesan kehidupan tersebut, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? diharapkan dapat menjadi hiburan sekaligus teman bagi penonton yang sedang menjalani masa awal karier. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026, dengan membawa pesan bahwa perjalanan mengejar mimpi membutuhkan keberanian, konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta pengelolaan kehidupan yang baik. (***)






