width=
width=
FILM  

Starvision Angkat Kisah Nyata di Film Horor Dewi Siluman Ular

MDI.NEWS , Jakarta – Rumah produksi Starvision kembali menghadirkan film horor terbaru berjudul Dewi Siluman Ular yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Film ini mengangkat kisah pesugihan dengan balutan teror supranatural, konflik rumah tangga, serta perjuangan seorang kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup orang-orang yang dicintainya. Selasa (3/11/2026) di Studio 2, Epicentrum XXI Rasuna Said Kuningan Jakarta.

 

Menghadirkan Derby Romero, Anya Geraldine, Aulia Sarah, dan Aghniny Haque sebagai pemeran utama, film tersebut menawarkan perpaduan horor, drama keluarga, dan kisah romansa yang dibalut dengan ancaman makhluk gaib. Keempat karakter itu terlibat dalam rangkaian peristiwa yang membawa kehidupan sebuah keluarga menuju petaka.

 

Film Dewi Siluman Ular disutradarai Azhar Kinoi Lubis, diproduseri Chand Parwez Servia, serta ditulis oleh Upi bersama Ayu Anggraini Putri. Ceritanya diadaptasi dari podcast Nikah Sama Jin karya Prasodjo Muhammad dengan narasumber Sherly Indria yang mengangkat pengalaman terkait praktik pesugihan dan pernikahan dengan makhluk gaib.

 

Cerita berpusat pada kehidupan Dedi yang diperankan Derby Romero, seorang suami sekaligus ayah yang tengah menghadapi tekanan ekonomi. Kondisi keuangannya semakin sulit ketika utang menumpuk dan dirinya terus diburu penagih utang, sementara sang istri harus menjalani operasi caesar menjelang kelahiran anak mereka.

 

Terdesak keadaan dan khawatir terhadap keselamatan istri serta calon buah hatinya, Dedi berusaha mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya. Namun, setelah berbagai upaya tidak membuahkan hasil, ia justru mengambil keputusan berbahaya dengan memilih jalan pesugihan.

 

Dalam keputusasaannya, Dedi nekat menjalin perjanjian dengan Dewi, sosok jin berwujud siluman ular yang diperankan Anya Geraldine. Keputusan tersebut menjadi awal dari rangkaian peristiwa mengerikan yang mengancam kehidupan dan keutuhan keluarganya.

 

Melalui karakter Dedi, film ini menggambarkan sisi lain perjuangan seorang pencari nafkah yang rela melakukan berbagai cara demi memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarga. Tekanan ekonomi, tanggung jawab sebagai suami, serta keinginan melindungi anak dan istri menjadi persoalan utama yang menggerakkan jalan cerita.

Starvision menghadirkan pendekatan berbeda dalam menggarap film horor ini dengan mengeksplorasi tema pesugihan dan creature horror. Unsur teror makhluk gaib tidak hanya ditampilkan sebagai sumber ketakutan, tetapi juga dipadukan dengan persoalan emosional dan konflik kehidupan rumah tangga.

 

Produser Chand Parwez Servia mengatakan, film horor produksi Starvision selama ini memiliki karakter tersendiri karena tidak hanya mengandalkan unsur menakutkan, tetapi juga mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui film terbarunya, Starvision ingin menyoroti tanggung jawab dan pengorbanan seorang kepala keluarga.

“Horor dari Starvision selalu memiliki DNA yang berbeda. Kami sudah sukses dengan horor yang dibalut dengan persahabatan, cinta, dan keluarga. Melalui film Dewi Siluman Ular, kami ingin mengangkat tentang tanggung jawab dan pengorbanan kepala keluarga,” ujar Chand Parwez Servia.

 

Sementara itu, Derby Romero menilai karakter Dedi memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan banyak orang, khususnya mereka yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, persoalan yang dihadapi tokoh tersebut menggambarkan besarnya tanggung jawab seorang suami dalam mempertahankan kehidupan rumah tangganya.

“Film ini adalah perjuangan seorang suami untuk keluarganya. Itu yang menurut saya terasa sangat dekat dan menyentuh setiap hati orang-orang yang berjuang untuk keluarganya,” kata Derby Romero.

 

Di sisi lain, karakter Dewi yang diperankan Anya Geraldine menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Anya tidak hanya dituntut menampilkan sosok perempuan dengan paras cantik dan memikat, tetapi juga harus membangun karakter siluman ular yang memiliki aura menyeramkan serta menghadirkan teror bagi manusia.

 

Penggambaran Dewi juga menawarkan karakter yang tidak sepenuhnya bertumpu pada sisi jahat makhluk gaib. Tokoh tersebut memiliki emosi dan perasaan layaknya manusia, seperti kecemburuan, kemarahan, serta kasih sayang. Pendekatan ini memberikan dimensi berbeda terhadap sosok siluman ular yang menjadi pusat teror dalam cerita.

 

Anya Geraldine mengungkapkan bahwa peran tersebut menjadi pengalaman baru dalam perjalanan karier aktingnya. Ia merasa karakter Dewi memiliki kekuatan tersendiri dan berpotensi menjadi salah satu ikon horor baru melalui penampilan yang memadukan kecantikan, kekuatan, dan sisi menyeramkan.

“Peran menjadi Dewi Siluman Ular benar-benar sangat baru bagiku, karena peran ini terasa sangat powerful dan memiliki potensi menjadi ikon horor. Jika selama ini sosok jin atau siluman digambarkan sebagai sosok yang jahat, di film ini justru kita bisa melihat sisi jin yang manusiawi juga. Dia bisa cemburu, marah, dan memiliki kasih sayang,” ujar Anya Geraldine.

 

Selain Anya, film ini juga menghadirkan Aulia Sarah sebagai Rahma, istri pertama Dedi, serta Aghniny Haque sebagai Lela, istri ketiga Dedi. Kedua karakter tersebut memiliki kepribadian berbeda dan turut terlibat dalam konflik yang memperbesar ketegangan di antara hubungan para tokoh.

 

Rahma digambarkan sebagai perempuan yang mendampingi Dedi sejak masa sulit hingga berhasil mencapai kehidupan yang lebih baik. Namun, ketika kondisi rumah tangga kembali terpuruk, keinginannya untuk mempertahankan kehidupan yang layak justru membuat karakternya berpotensi dipandang negatif oleh orang lain.

 

Aulia Sarah menjelaskan bahwa Rahma bukan sekadar sosok istri yang mementingkan harta. Karakter tersebut memiliki latar belakang perjuangan panjang bersama suaminya sehingga keinginannya untuk mendapatkan kehidupan lebih baik menjadi bagian penting dalam memahami sikap dan tindakannya.

“Rahma mungkin akan dilihat sebagai istri yang jahat dan hanya mementingkan harta. Namun, Rahma adalah sosok yang menemani suaminya dari titik nol, meraih kesuksesan, hingga kembali lagi ke titik nol. Dia hanya ingin kehidupannya menjadi lebih baik,” ujar Aulia Sarah.

 

Berbeda dengan Rahma dan Dewi, Aghniny Haque memerankan Lela sebagai perempuan sederhana yang tidak banyak menuntut. Karakter tersebut memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan kedua perempuan lainnya sehingga menghadirkan dinamika tersendiri dalam konflik cerita.

 

Aghniny mengaku karakter Lela justru memiliki tantangan tersendiri untuk diperankan. Kesederhanaan tokoh tersebut menuntut pendekatan akting yang berbeda, terutama dalam membangun karakter yang kontras dengan sosok Rahma maupun Dewi.

“Berbeda dengan dua karakter perempuan lain di sini, aku memerankan Lela, perempuan sederhana yang tidak terlalu banyak menuntut. Jadi, sangat kontras dengan Rahma atau si Dewi Siluman Ular. Karakter yang sederhana, tetapi ternyata sangat sulit bagiku untuk memerankannya,” ungkap Aghniny Haque.

 

Selain empat pemeran utama, film ini turut melibatkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia, di antaranya Humaira Jahra, Ashraf Dirgham, Arswendy Bening Swara, Totos Rasiti, Azzalia Assyifa, Ayu Diah Pasha, Yatti Surachman, Arief Didu, Ence Bagus, Judith Callysta, Agung Bla, dan Aldo Gudel. Kehadiran para pemain tersebut memperkuat jajaran pemeran dalam membangun keseluruhan cerita.

 

Dengan latar budaya Sunda, perpaduan horor supranatural, konflik keluarga, dan karakter siluman ular yang memiliki sisi emosional, Dewi Siluman Ular menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton film horor Indonesia. Film produksi Starvision ini dijadwalkan mulai menghantui bioskop Tanah Air pada 12 November 2026. Informasi terbaru mengenai film tersebut dapat diikuti melalui akun Instagram @starvisionplus dan @filmdewisilumanular, serta TikTok @StarvisionMovie.  (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS