width=
width=

Al-Zaytun Berani Ubah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya? Begini kenyataannya

MDI NEWS | Jakarta, – “Karena saya cinta tanah air, saya merasa lega, oh ternyata Indonesia Raya. Saya berani mengusulkan pada seluruh yang memegang kepentingan pendidikan,” ucap Panji Gumilang dikutip pada Senin (8/5/2023) akun Snack Video @Red.MNr

https://sck.io/p/FkLAj-cB.

Selain itu juga, kepada Departemen Pendidikan Nasional. Masukan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza ke seluruh murid di Indonesia ini setiap hari. Tunggu 6 tahun secepatnya 3 tahun signifikan perubahan pada anak-anak kita nantinya,” ungkap Panji Gumilang dengan tegas.

Pondok Pesantren Al-Zaytun yang di pimpin oleh Prof. Dr. AS Panji Gumilang, MP viral menuai Kontroversi.

Panji Gumilang dianggapnya nyeleneh syiarkan tata cara adzan dan shalat saat Idul Fitri.

Sementara itu, beredar juga video Dr. Mohammad Nasih, M.Si.

Dikutip dari akun YouTube Mohammad Nasih dia menjelaskan terkait kabar-kabar yang ramai tersebut.

Klik: https://youtu.be/qscP9JxVgiU

“Nasih mengatakan permasalahan di Al-Zaytun itu awalnya ada dua, yakni berkaitan dengan adzan dan shalat,” ujarnya.

“Adzannya tidak berlagu dan Muazinnya tidak menghadap kiblat, kedua shafnya jarang-jarang seperti yang sudah kita jalani 2 tahun,” ungkapnya.

Menurut dia, adzan di sana apa masalahnya? “justru adzan di masa Rasulullah ya begitu, adzan pertama kali masuk Mekah Bilal naik ke Ka’bah. Apakah dia menghadap kiblat? wong dia saja diatas kiblat, kiblat saja kok dipermasalahkan,” jelas ustad Nasih.

“Jadi adzan yang tidak berlagu tidak masalah,” tegasnya.

“Bahkan kalau kita menkaji, menurut dia Mazhab Syafi’i menjelaskan kalau adzan pakai lagu hukumnya apa, problem kalian sudah terbiasa beragama tanpa dalil,” kata ustad Nasih.

“Sehingga ketika disuguhi praktek agama yang pakai dalil, justru tidak mau menerima malah dianggap salah,” sambungnya.

Jangan-jangan ini yang dinamakan Islam yang datang dalam keadaan asing, aneh, dan nanti pada saatnya akan menjadi…

“Adzan pada zaman Rasulullah yang dilakukan Bilal itu adalah yang dipakai lagu, adanya lempeng dan bagus tidak seperti suara nasuhah,” jelas ustad Nasih.

Masih kata ustad Nasih, yang bermasalah adalah orang yang tidak tahu kemudian komentar karena tidak seperti yang dibayangkan, tidak seperti yang dia ketahui, maka tidak seperti yang dia tidak ketahui itu salah.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WWW.MDI.NEWS