Mdi.News BEKASI Ketua Umum Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) menegaskan bahwa gerakan yang disuarakan organisasinya bukan bertujuan untuk menyudutkan pemerintah. Menurutnya, AsMEN justru ingin mendorong pemerintah agar semakin hadir dalam memperkuat perekonomian masyarakat dan mewujudkan Indonesia yang merdeka secara ekonomi.
“Kami bukan mau menyudutkan pemerintah. Kami ingin negara ini ke depan benar-benar merdeka secara ekonomi. Pemerintah harus peduli terhadap ekonomi rakyat,” ujar Ketua Umum AsMEN dalam arahannya kepada jajaran DPW dan DPD AsMEN di Kota Bekasi, 7 September 2026.
Ia mengatakan, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan kebijakan yang berkaitan dengan kewajiban membayar pajak, tetapi juga membutuhkan kehadiran pemerintah ketika mereka ingin membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
“Jangan sekadar menarik pajak dan memaksakan kehendak pemerintah. Pemerintah juga harus hadir ketika masyarakat ingin berusaha. Masyarakat harus diberikan ruang, kemudahan dan pendampingan agar bisa berkembang,” tegasnya.
Ketua Umum AsMEN menilai, ekonomi rakyat merupakan salah satu fondasi penting bagi kekuatan ekonomi nasional. Karena itu, kebijakan pemerintah diharapkan tidak hanya berorientasi pada penerimaan negara, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil, menengah maupun masyarakat yang baru ingin memulai usaha.
Ia menambahkan, AsMEN akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat melalui kegiatan jurnalistik, diskusi dan berbagai program sosial kemasyarakatan.
“Kami ingin pemerintah dan masyarakat berjalan bersama. Kami bukan ingin berhadap-hadapan dengan pemerintah. Kami ingin saling mengingatkan, saling mengontrol dan bersama-sama membangun Indonesia,” katanya.
Dalam arahannya tersebut, jajaran DPW dan DPD AsMEN juga didorong untuk terus menjalankan fungsi organisasi secara positif dengan mengedepankan kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai kemerdekaan secara politik, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk kemandirian dan kemerdekaan ekonomi, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk bekerja, berusaha dan meningkatkan taraf hidup.
“Indonesia punya kita, masa depan bangsa juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.






