MDI.NEWS, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Media Nasional (AsMEN) menggelar konsolidasi organisasi sekaligus melaporkan perkembangan kegiatan yang berkaitan dengan agenda pemerintah, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Pembina AsMEN, Dr. (H.C.) Suparman, S.Sos., M.M., dan diikuti jajaran pengurus dari sejumlah wilayah, termasuk DPD Jakarta Timur, DPD Jakarta Utara, serta DPW DKI Jakarta.
Konsolidasi menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pengurus pusat, wilayah, dan daerah, sekaligus memastikan setiap kegiatan organisasi berjalan secara terarah dan memiliki dokumentasi serta publikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pertemuan itu, jajaran pimpinan juga membahas penguatan kerja jurnalistik, dokumentasi kegiatan, pengelolaan media, serta strategi membangun hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Pembina AsMEN Dr. (H.C.) Suparman menekankan pentingnya setiap tingkatan kepengurusan bekerja berdasarkan program dan target yang jelas. Menurutnya, perkembangan organisasi harus dapat dibuktikan melalui aktivitas nyata di masing-masing daerah.
“Setiap hari harus ada perkembangan. DPD maupun DPW yang sudah ditetapkan harus terus menunjukkan pertambahan dan proses kegiatannya,” ujar Suparman.
Suparman juga mendorong DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pengembangan struktur AsMEN. Menurutnya, posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan nasional memiliki potensi besar untuk mempercepat pengembangan organisasi.
Ia menyebutkan, DPD Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah yang telah lebih dahulu menjalankan proses penguatan struktur hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Jakarta ini kita harapkan menjadi proyek percontohan. Setelah DPD berjalan, segera diwujudkan DPC dan selanjutnya dikembangkan sampai tingkat ranting,” katanya.
Dalam laporan DPD Jakarta Timur, Sekretaris II DPD Jakarta Timur Kusni menyampaikan sejumlah perkembangan komunikasi dan kegiatan bersama pemerintah daerah. DPD Jakarta Timur juga telah menyerahkan sejumlah dokumen organisasi kepada pihak terkait sebagai bagian dari pelaporan kegiatan.
Menurut Kusni, DPD Jakarta Timur juga mendapatkan informasi mengenai agenda kegiatan Kesbangpol yang dijadwalkan pada 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari agenda organisasi dalam membangun komunikasi dengan unsur pemerintah daerah.
Selain Kesbangpol, DPD Jakarta Timur melaporkan komunikasi dengan Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) serta rencana kegiatan bersama Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Sejumlah agenda tersebut diarahkan agar dapat didokumentasikan dan dipublikasikan melalui jaringan media AsMEN.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus juga menekankan pentingnya profesionalisme tim dokumentasi. Setiap kegiatan diharapkan memiliki personel yang jelas sehingga proses pengambilan gambar, video, penulisan, hingga publikasi dapat dilakukan secara konsisten.
Pengurus AsMEN mengingatkan bahwa dokumentasi bukan sekadar pelengkap kegiatan, tetapi menjadi bagian dari pertanggungjawaban organisasi sekaligus sarana membangun citra dan mengenalkan aktivitas AsMEN kepada masyarakat.
Sementara itu, DPD Jakarta Utara melalui Kunendi melaporkan perkembangan kepengurusan dan sejumlah agenda organisasi yang sedang dipersiapkan. Laporan tersebut mencakup administrasi, struktur kepengurusan, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kunendi juga menyampaikan perlunya penguatan identitas organisasi dalam setiap kegiatan, termasuk penggunaan atribut, logo, dokumentasi, dan publikasi yang sesuai dengan ketentuan organisasi.
Dari tingkat wilayah, Ketua DPW DKI Jakarta Ridho Iradarta atau Edho menyampaikan sejumlah rencana kegiatan yang berkaitan dengan momentum Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut masih dalam tahap pematangan tempat, konsep, dan bentuk pelaksanaannya.
Edho menekankan bahwa kegiatan organisasi harus tetap diarahkan pada penguatan kelembagaan dan jejaring. Ia juga mengingatkan agar hubungan dengan tokoh, pejabat, maupun organisasi lain dibangun secara proporsional dan berdasarkan kebutuhan organisasi.
“Kita perlu menjaga pertemanan dan membangun jaringan secara wajar. Organisasi harus tetap memiliki kemandirian dan tidak bergantung pada satu orang,” kata Edho.
Wakil Ketua I AsMEN, Ilyas S.Pd.I., dalam kesempatan yang sama menyampaikan perkembangan program AsMEN Peduli Utang Negara. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membahas persoalan utang finansial, tetapi juga diarahkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembangunan, pendidikan, sosial, serta penggunaan anggaran negara.
Ilyas mengatakan, pelaksanaan program membutuhkan kerja bersama di setiap tingkatan organisasi. Karena itu, pembagian tugas antara pengurus dinilai penting agar setiap program tidak bertumpu pada satu orang.
“Setiap program harus dibagi berdasarkan tugas dan tanggung jawab. Dengan begitu, semua unsur dapat bekerja sama dan organisasi bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujar Ilyas.
Dewan Kepakaran AsMEN, Dr. (H.C.) Sastra Suganda, turut menyoroti pentingnya ketepatan administrasi dan nomenklatur kepengurusan. Ia mengingatkan agar penyebutan jabatan dalam struktur organisasi disesuaikan dengan tingkatan wilayah dan ketentuan yang berlaku.
Sastra juga mendorong AsMEN memperkuat program pendidikan dan pengembangan kapasitas anggota, termasuk bidang jurnalistik dan investigasi. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan perluasan struktur organisasi.
Ia berharap pengembangan AsMEN di DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Penguatan struktur, peningkatan profesionalisme media, serta kemampuan menjalin sinergi dengan berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang mandiri dan berkelanjutan.
Melalui konsolidasi tersebut, DPP AsMEN menegaskan kembali pentingnya koordinasi antara pusat, wilayah, dan daerah. Setiap pengurus diharapkan aktif melaporkan perkembangan organisasi, menjalankan program sesuai tugasnya, serta memperkuat publikasi kegiatan secara profesional.
Pembina AsMEN Dr. (H.C.) Suparman menambahkan bahwa pengembangan organisasi harus dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari penguatan DPD, pembentukan DPC hingga pengembangan struktur di tingkat kelurahan. Ia juga mendorong setiap wilayah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan organisasi.
“Kita tidak ingin organisasi hanya besar secara nama. Yang terpenting adalah ada kegiatan, ada proses, ada kontribusi, dan ada perkembangan yang dapat dibuktikan di setiap daerah,” pungkasnya. (***)






