MDI.NEWS, Jakarta—-Kondisi semrawut terlihat di Jalan Raya Cilincing, tepatnya di kawasan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (21/5/2026). Bahu jalan yang seharusnya digunakan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas justru dipadati kendaraan berat berupa truk kontainer yang parkir berjajar di sepanjang ruas jalan.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah diviralkan melalui akun Instagram @teropongrakyat.co. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah truk kontainer memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi parkir liar hingga mendekati area turunan tol.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan berat itu memakan sebagian badan jalan dan mempersempit ruang bagi kendaraan lain yang melintas. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang harus berbagi ruang dengan kendaraan bertonase besar di jalur yang semakin sempit.
Seorang pengguna jalan yang melintas mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sering terjadi pada jam sibuk maupun malam hari. Menurut dia, keberadaan parkir liar truk kontainer membuat arus lalu lintas menjadi tidak nyaman dan rawan kecelakaan.
“Setiap hari bahu jalan dipenuhi kontainer seperti terminal liar. Sangat membahayakan, terutama saat malam hari dan ketika kendaraan sedang padat,” ujar seorang pengendara dalam unggahan video tersebut.
Warga sekitar turut mempertanyakan pengawasan dari instansi terkait, khususnya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Mereka menilai pelanggaran yang terjadi secara terbuka di jalur utama logistik tersebut belum mendapat penanganan maupun penertiban yang maksimal.
Selain menyebabkan kemacetan, parkir liar kendaraan berat di Jalan Raya Cilincing juga dinilai merusak estetika kawasan perkotaan. Aktivitas kendaraan kontainer yang berhenti sembarangan disebut membuat bahu jalan kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang pendukung keselamatan lalu lintas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait segera melakukan penertiban rutin dan pengawasan intensif terhadap kendaraan berat yang parkir sembarangan. Warga khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang lebih fatal akan semakin besar, terutama di kawasan padat aktivitas masyarakat dan jalur distribusi logistik Jakarta Utara. (***)







