MDI.NEWS, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asistensi Media Nasional (AsMEN) menggelar konsolidasi pekanan bersama Dewan Pembina AsMEN dan jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta, DPW Banten, DPW Jawa Barat dan DPD Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi perkembangan organisasi, pemantapan program kerja, serta koordinasi kepengurusan daerah bersama Pembina AsMEN. Pada Jumat (9/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pembina AsMEN Dr. (HC) Suparman S.Sos., M.M., mengarahkan sejumlah agenda strategis, mulai dari persiapan kegiatan organisasi, penguatan struktur kepengurusan daerah, pengembangan media dan pemasaran, hingga peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga. Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi masing-masing pengurus wilayah untuk menyampaikan laporan perkembangan serta kendala yang dihadapi.
Dalam pembahasan mengenai agenda kegiatan di DKI Jakarta, Imam Setiadi Sekretaris DPW AsMEN DKI Jakarta, menyoroti pentingnya kepastian jadwal audiensi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu agenda yang dibicarakan berkaitan dengan rencana kegiatan “Hari Sumpah Pemuda” di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, yang memerlukan penyesuaian jadwal dengan agenda gubernur dan kesiapan administrasi organisasi.
Imam juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan pihak pemerintah perlu dilakukan secara terencana agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai harapan. Kepastian kehadiran pejabat juga dinilai penting untuk menentukan langkah antisipasi apabila agenda utama tidak dapat dihadiri gubernur.
Pembahasan tersebut turut menyinggung perlunya menyiapkan rencana alternatif atau plan B. Pengurus diharapkan tidak hanya bergantung pada satu agenda atau satu tokoh, tetapi tetap memiliki strategi agar kegiatan organisasi dapat berlangsung dengan baik, termasuk melalui koordinasi dengan pejabat atau perwakilan instansi terkait.
Selain agenda tingkat wilayah, konsolidasi menekankan pentingnya pembenahan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), khususnya di wilayah DKI Jakarta. Setiap DPD diminta memperjelas susunan pengurus, pembagian tugas, kesiapan personel, serta perkembangan program yang telah dan akan dijalankan.
Dalam pembahasan mengenai Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan, peserta menyoroti perlunya laporan yang lebih terperinci mengenai perkembangan organisasi di masing-masing daerah. Informasi tentang ketua, sekretaris, bendahara, serta penanggung jawab bidang diperlukan agar DPP dan DPW dapat melakukan pemetaan kebutuhan dan memberikan dukungan secara tepat.
Pengurus juga didorong memperkuat komunikasi antartingkatan organisasi, mulai dari pusat, wilayah, daerah, hingga tingkat kabupaten dan kota. Koordinasi yang teratur diharapkan dapat mencegah terjadinya kesenjangan informasi serta memastikan setiap program memiliki penanggung jawab dan tahapan pelaksanaan yang jelas.
Dalam arahannya, Ketua Umum AsMEN Nurkholis, CPLA menekankan bahwa keberadaan struktur organisasi harus diikuti dengan aktivitas nyata. Menurutnya, jabatan kepengurusan tidak cukup hanya tercantum dalam surat keputusan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja, komunikasi, dan kontribusi yang dapat dirasakan oleh organisasi.
“Jadi kita jangan takut melangkah,” demikian pesan Nurkholis dalam arahannya kepada peserta konsolidasi.
Nurkholis juga menekankan pentingnya strategi dalam memimpin organisasi. Setiap pengurus diharapkan mampu membaca peluang, membangun jaringan, dan menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Kesediaan bekerja sama serta komitmen anggota dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat organisasi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPW AsMEN Banten, Safrizal Atril, menyampaikan perkembangan kegiatan organisasinya. Ia melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya berupaya memperkenalkan AsMEN dan memperluas jaringan melalui kegiatan serta komunikasi dengan sejumlah pihak di daerah.
Safrizal juga menyampaikan rencana pengajuan audiensi kepada Pemerintah Provinsi Banten. Menurut laporan yang disampaikan dalam rapat, proses surat-menyurat masih perlu ditindaklanjuti agar komunikasi dengan instansi pemerintah dapat berjalan lebih terarah. Koordinasi dengan pihak terkait, termasuk bidang komunikasi dan informasi, juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan organisasi.
DPW Banten turut menyampaikan rencana kegiatan yang dijadwalkan pada 24 Oktober di Gedung Devisa Lazada, Kota Bogor. Kegiatan tersebut disebut berkaitan dengan agenda Anak Nusantara dan direncanakan melibatkan sejumlah unsur organisasi. Rincian nama kegiatan, lokasi, serta daftar undangan masih perlu dipastikan kembali sebelum dipublikasikan sebagai agenda resmi.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua Umum AsMEN, Nurkholis mengingatkan agar setiap program tidak berhenti pada tahap perencanaan. Pengurus wilayah diminta menyampaikan perkembangan pelaksanaan, kesiapan personel, kebutuhan operasional, dan hasil yang hendak dicapai. Evaluasi berkala dinilai penting untuk memastikan kegiatan benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi.
Ketua Umum juga mendorong pengembangan kemampuan anggota dalam bidang pemasaran, produksi video, penyuntingan video, komunikasi, dan jurnalistik. Menurutnya, penguatan bidang-bidang tersebut dapat membantu organisasi membangun publikasi yang lebih terarah sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
“Sebagai seorang pemimpin harusnya punya strategi,” ujar Ketua Umum AsMEN dalam arahannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW AsMEN Jawa Barat, Iwan Wahyudi, melaporkan koordinasi kepengurusan di wilayahnya. Ia menyampaikan perlunya peningkatan mobilitas pengurus serta komunikasi yang lebih intensif dengan DPD di sejumlah daerah, termasuk Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kota Depok.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa penguatan organisasi di Jawa Barat masih membutuhkan koordinasi lanjutan, terutama dalam memastikan kesiapan personel dan konsolidasi kepengurusan di daerah. Program deklarasi antikorupsi atau antikekerasan belum dapat dipastikan dari bahan rapat yang tersedia sehingga bentuk dan jadwal pelaksanaannya perlu dikonfirmasi kepada pengurus terkait.
Perwakilan DPD AsMEN Jakarta Pusat, Asmara Anggara dari Johan Baru, turut menyampaikan perkembangan susunan kepengurusan daerah. Dalam laporannya, ia memaparkan pembagian tugas pengurus serta sejumlah bidang yang mencakup organisasi dan keanggotaan, pengembangan usaha, hubungan luar negeri dan kerja sama antarlembaga, pendataan dan verifikasi, serta pengawasan dan etika. Struktur tersebut diharapkan menjadi dasar pembagian tanggung jawab dan pelaksanaan program di tingkat daerah.
Melalui konsolidasi pekanan ini, DPP AsMEN bersama DPW DKI Jakarta, DPW Banten, dan DPW Jawa Barat diharapkan dapat memperkuat sinergi, memperjelas tanggung jawab setiap pengurus, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Tindak lanjut atas laporan wilayah, kepastian agenda kegiatan, pembenahan administrasi, dan penguatan publikasi menjadi sejumlah pekerjaan yang perlu diprioritaskan untuk mendorong perkembangan organisasi secara berkesinambungan. (***)






