width=
width=
FILM  

“Foufo” Suguhkan Komedi Sci-Fi Bernuansa Madura

MDI.NEWS, Jakarta — Skak Studios bersama Sinemart menghadirkan film Foufo, sebuah komedi fiksi ilmiah yang mengangkat budaya Madura dan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Film garapan sutradara Bayu Skak ini menawarkan perpaduan komedi yang mengundang tawa dengan drama keluarga yang menyentuh, sehingga menghadirkan pengalaman menonton yang menghibur sekaligus emosional. Jumat, 3 Juli 2026 di Epicentrum XXI Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan.

Foufo berkisah tentang Muslim, seorang pengepul barang rongsokan keturunan Madura yang sedang berjuang melunasi biaya keberangkatan ibadah haji sang ibu. Kehidupannya berubah drastis setelah menemukan bangkai UFO yang jatuh di pinggiran kampung. Alih-alih menjual besi rongsokan dari pesawat asing tersebut, ia justru menyelamatkan seekor alien yang kemudian diberi nama Foufo. Kehadiran makhluk luar angkasa itu membawa berbagai perubahan tak terduga bagi kehidupan keluarganya.

Konflik cerita berkembang ketika teknologi canggih milik Foufo mampu membantu mengatasi berbagai persoalan ekonomi keluarga Muslim. Namun, situasi menjadi semakin rumit saat energi Foufo mulai habis bersamaan dengan tenggat pelunasan biaya haji sang ibu. Muslim pun dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah, yakni membantu ibunya mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci atau menolong Foufo kembali ke kapal induknya.

Sebagai film berbudaya Madura pertama yang diproduksi untuk layar lebar Indonesia, Foufo menghadirkan nuansa lokal yang kuat. Sekitar 70 persen dialog menggunakan bahasa Madura, tetapi tetap dikemas agar mudah dipahami penonton dari berbagai daerah. Keaslian budaya juga diperkuat dengan keterlibatan hampir 90 persen pemain berdarah Madura yang terpilih melalui proses open casting yang diikuti sekitar 2.500 peserta.

Sutradara sekaligus produser Bayu Skak mengatakan dirinya sengaja keluar dari zona nyaman setelah sebelumnya dikenal lewat film-film horor komedi. “Setelah sukses dengan genre horor komedi, kali ini saya ingin menantang diri untuk tidak tetap berada di zona nyaman. Lewat Foufo, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, sekaligus mengharukan dengan memadukan komedi, fiksi ilmiah, dan budaya Madura yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujar Bayu Skak.

Produser Eksekutif David Suwarto menilai kolaborasi Sinemart dan Skak Studios kembali menghadirkan konsep yang berbeda dari film Indonesia pada umumnya. Menurut dia, ide yang dibawa Bayu Skak menawarkan komedi yang segar, tetapi tetap memiliki pesan emosional mengenai perjuangan seorang anak yang ingin membahagiakan ibunya. “Kami yakin Foufo akan menjadi tontonan yang menghibur karena menghadirkan komedi yang unik, namun tetap menyuguhkan cerita yang hangat dan menyentuh hati,” kata David.

Pemeran utama Tretan Muslim mengaku mendapat tantangan baru karena untuk pertama kalinya dipercaya memerankan karakter utama yang lebih banyak menampilkan sisi dramatis dibandingkan komedi. Ia menilai film tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena mengangkat budaya Madura ke layar lebar nasional. “Selama ini saya dikenal lewat komedi, tetapi di film ini justru dituntut memainkan emosi dan adegan yang mengharukan. Ini menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan bagi saya sebagai orang Madura,” ungkap Tretan Muslim.

Selain melibatkan talenta lokal, Foufo juga menggandeng studio animasi asal Surabaya, Hompimpa, yang mengerahkan sekitar 120 animator untuk menciptakan karakter alien dalam film tersebut. Kehadiran animator lokal menjadi bukti bahwa kreativitas sumber daya manusia Indonesia tetap mampu menghasilkan karya berkualitas di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan perpaduan komedi yang mengocok perut, drama keluarga yang menyentuh, serta sentuhan budaya Madura yang autentik, Foufo diharapkan menjadi warna baru bagi perfilman nasional saat mulai tayang di bioskop Indonesia pada 9 Juli 2026. (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS