width=
width=

Kaban Kesbangpol DKI Jakarta Hadiri Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Santunan Anak Yatim di Rumah Pancasila Kramat Jati

MDI.NEWS, Jakarta Timur – Jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta menghadiri Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada, Kamis, 1 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai di Rumah Pancasila, Jl. Penggilingan Baru No.32 RT09 RW03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Acara digelar oleh Paguyuban Nasional Kesaktian Pancasila dengan agenda santunan anak yatim sebagai wujud pengamalan Pancasila.

Turut hadir; Kaban Kesbangpol DKI Jakarta diwakili Kabid Idewasbang Herlina Suswita, Ketua Sub kelompok Bela Negara Enylita Tobing,SE, Kasubkel Kewaspadaan dan Kasubkel Kesbangpol Jakarta Timur, Perwakilan Lurah Dukuh, Perwakilan Kapolsek Kramat Jati, Babinsa Kramat Jati, Perwakilan Banser, PPM, dan BPKB Banten, serta Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

Acara dipimpin langsung oleh Ketua Umum dan BPH Paguyuban Nasional Kesaktian Pancasila, Mayor Sidik Pangurian, didampingi Sesepuh dan Pembina Paguyuban Sugari, Syafrudin Mahfud, serta Ketua Panitia Ardiansyah Utama.

Dalam sambutan Kaban Kesbangpol DKI Jakarta yang diwakili, Herlina Suswita, menyampaikan pantun terlebih dahulu;

pantun pertama;

“Jalan pagi melihat pelangi, Burung hinggap di pohon jati.

Hari Kesaktian Pancasila dikenang kembali, Mari jaga persatuan sepenuh hati.

pantun kedua;

“Pergi ke pasar membeli mangga, Mangga manis rasanya segar”

“Pancasila tegak di bumi tercinta, Dasar negara penyemangat ajar”

Selanjutnya, Herlina mewakili Kaban Kesbangpol mengatakan, Pemprov DKI menyampaikan apresiasi
kepada Paguyuban sebagai mitra strategis dalam membumikan Pancasila.

“Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita Pancasila pernah diuji sangat berat, tapi terbukti sakti karena berakar dari budaya bangsa. Di Jakarta yang heterogen, Pancasila adalah satu-satunya perekat. Tugas menjaganya bukan hanya pemerintah, tapi kita semua,” ujarnya.

Santunan anak yatim disebut sebagai implementasi Sila ke-2 dan Sila ke-5. “Pancasila tidak boleh hanya berhenti di seminar, tapi harus hadir dalam kepedulian dan uluran tangan kepada sesama, khususnya anak yatim.”tegasnya.

Herlina menutup dengan pantun, ‘Makan ketupat lauknya ikan, Pancasila abadi di hati kami’.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Nasional Kesaktian Pancasila, Mayor Sidik Pangurian dalam pernyataannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran Kesbangpol DKI Jakarta.

“Kami Paguyuban Nasional Kesaktian Pancasila mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kaban Kesbangpol DKI Jakarta, Kasuban Jakarta Timur, dan seluruh jajaran yang telah hadir dan mendukung kegiatan kami. Ini menjadi semangat baru bagi kami,” ujar Mayor Sidik.

Menurut Mayor Sidik, Rumah Pancasila di Penggilingan Baru ini adalah rumah rakyat, rumah tempat membumikan Pancasila dengan cara sederhana.

“Kami ingin membuktikan bahwa menjaga Pancasila tidak harus dengan cara yang besar dan mahal. Cukup dengan menyantuni anak yatim, menjaga kerukunan RT/RW, dan hadir di tengah masyarakat, itu sudah menjaga kesaktian Pancasila. Pancasila itu hidup, bukan hanya dihafal,” tegas Mayor Sidik Pangurian.

Ia berharap sinergi antara Paguyuban dengan Kesbangpol DKI Jakarta, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah, dan ormas kepemudaan seperti Banser, PPM, dan BPKB Banten terus terjaga untuk menjaga Jakarta tetap damai dan Pancasilais.

“Kami siap menjadi garda terdepan, mitra pemerintah untuk menjaga Jakarta, menjaga Indonesia dengan Pancasila,” tutupnya.

Acara berlangsung khidmat, aman, tertib, dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan penyerahan santunan secara simbolis. (***)

 

Penulis: Nikita
WWW.MDI.NEWS