MDI.NEWS, Jakarta—–Visinema Studios merilis cuplikan eksklusif film keluarga Na Willa yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran. Peluncuran cuplikan tersebut dilakukan di Jakarta pada 4 Maret 2026 sebagai bagian dari rangkaian promosi film yang mengangkat kisah hangat keluarga Indonesia melalui sudut pandang seorang anak.
Film Na Willa bercerita tentang seorang anak perempuan berusia enam tahun yang memiliki imajinasi luas dan rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia di sekitarnya. Tokoh utama Na Willa, yang diperankan oleh Luisa Adreena, digambarkan sebagai anak yang memandang kehidupan dengan cara sederhana namun penuh makna, terutama ketika mulai memahami perbedaan yang ada di dalam keluarganya.
Dalam cuplikan yang diperlihatkan kepada publik, Na Willa mulai menyadari latar belakang orang tuanya yang berbeda. Ia melihat ibunya memiliki rambut ikal dan kulit cokelat, sedangkan ayahnya bermata sipit dengan kulit lebih terang. Perbedaan tersebut membuat Na Willa memiliki keinginan polos, yakni ingin tumbuh setinggi ayahnya sekaligus memiliki rambut ikal seperti ibunya.
Keinginan tersebut sempat menimbulkan kesedihan ketika Na Willa mendapat ejekan dari salah satu anggota keluarga. Tangisnya pecah seperti anak kecil pada umumnya hingga sang ibu datang menenangkan dan menjelaskan bahwa setiap anak dapat tumbuh dengan keunikan yang diwariskan dari kedua orang tuanya. Adegan tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai cara anak-anak memahami identitas diri dalam keluarga yang beragam.
Produser film sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menyampaikan bahwa film ini dirancang untuk menghadirkan nilai keberagaman melalui cerita yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia. Menurutnya, pendekatan yang sederhana justru mampu menghadirkan kedekatan emosional dengan penonton. “Banyak bentuk yang sangat sederhana kami tampilkan, termasuk soal nilai keberagaman. Na Willa sangat memanusiakan kita. Filmnya sederhana, tetapi terasa magis dan penuh petualangan dari sudut pandang anak-anak,” ujarnya.
Keberagaman dalam film ini juga ditampilkan melalui latar belakang keluarga tokoh utama. Karakter ayah digambarkan sebagai keturunan Tionghoa-Jawa, sementara karakter ibu berasal dari Pulau Sabu di Nusa Tenggara Timur. Perpaduan latar budaya tersebut menghadirkan potret kehidupan masyarakat Indonesia yang hidup berdampingan dalam perbedaan.
Penulis novel yang menjadi sumber cerita film ini, Reda Gaudiamo, menjelaskan bahwa proses pencarian pemeran karakter ibu dilakukan dengan pendekatan yang autentik. Peran tersebut akhirnya dipercayakan kepada Irma Rihi yang juga berasal dari Pulau Sabu. “Ketika bertemu dengan Irma Rihi yang juga berasal dari Sabu, kami merasa seperti mendapat berkah dari semesta,” kata Reda Gaudiamo.
Film Na Willa diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy. Diproduksi oleh Visinema Studios, film ini diharapkan menjadi tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak anak-anak dan orang tua untuk memahami keberagaman, menerima perbedaan, serta merayakan hangatnya kehidupan keluarga Indonesia. (***)







