width=
width=

Peluncuran Program Kepemimpinan Maritim di KRI Dewa Ruci

MDI.NEWS, Jakarta — TNI Angkatan Laut bersama Yayasan Sail Indonesia Jaya meluncurkan program Maritime Leadership bagi generasi muda dalam sebuah kegiatan bertajuk Cocktail Party on Board di atas KRI Dewa Ruci. Acara ini berlangsung di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa (14/4/2026), sebagai langkah awal memperkuat pendidikan dan kesadaran maritim di kalangan pelajar dan mahasiswa. Kamis, 16 April 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Kepala Staf Pangkoarmada RI Laksamana Muda TNI Heri Triwibowo. Selain itu, hadir pula perwakilan akademisi, tokoh nasional, dan lembaga pendidikan, termasuk Yayasan Gema Insan Cendekia.

Dalam sambutan Pangkoarmada RI yang dibacakan Laksma TNI Heri Triwibowo, disampaikan bahwa KRI Dewa Ruci memiliki nilai historis dan strategis bagi Indonesia. Ia menuturkan bahwa kapal tersebut bukan hanya kapal latih, melainkan simbol diplomasi maritim yang telah membawa nama Indonesia ke berbagai belahan dunia.

“Indonesia adalah bangsa maritim. Laut bukan pemisah, tetapi pemersatu. Kejayaan maritim harus didukung promosi yang kuat serta edukasi berkelanjutan,” ujar Heri dalam kutipan sambutannya.

Program Maritime Leadership ini dirancang untuk memperkenalkan sejarah, potensi, dan tantangan kemaritiman Indonesia kepada generasi muda. Selain itu, program ini juga bertujuan membangun kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, TNI AL, dunia pendidikan, dan industri maritim guna menciptakan ekosistem maritim yang berkelanjutan.

Wakil Menteri Dikti Saintek Stella Christie menekankan pentingnya penguatan sains dan teknologi dalam mendukung kemajuan sektor maritim. Ia menjelaskan bahwa kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kapasitas riset dan inovasi yang dimiliki.

“Potensi maritim Indonesia sangat besar, termasuk sumber daya seperti rumput laut yang dapat dikembangkan menjadi energi masa depan. Namun, hal itu memerlukan investasi serius dalam talenta dan riset teknologi,” kata Stella.

Ketua Yayasan Sail Indonesia Jaya, Groza Subhakti, menyampaikan bahwa program ini juga menjadi bagian dari diplomasi maritim Indonesia melalui pelayaran muhibah. Ia menjelaskan bahwa kapal layar TNI AL seperti KRI Bima Suci berfungsi sebagai duta budaya yang membawa identitas Indonesia ke kancah internasional.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan kemaritiman. Ia menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia berbasis maritim merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sekaligus menjaga identitas bangsa sebagai negara kepulauan.  (***)

Penulis: Kusni
WWW.MDI.NEWS