width=
width=

Presiden Prabowo Subianto Perintahkan Percepatan Akses Hunian Rakyat di Seluruh Indonesia

Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Akses Hunian Rakyat di Seluruh Indonesia. (Sumber: Instagram/@ kemensetneg.ri)

MDINEWS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (06/04/2026), guna membahas percepatan program perumahan rakyat secara nasional. Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat melalui berbagai langkah strategis.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa program bedah rumah rakyat akan mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini. Pemerintah menargetkan sebanyak 400 ribu unit rumah akan direnovasi, sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, Presiden juga mengarahkan optimalisasi pemanfaatan lahan negara, khususnya di kawasan strategis perkotaan, untuk pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun. Lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk yang berada di sektor perkeretaapian, akan diprioritaskan guna mendukung kebutuhan tempat tinggal yang semakin meningkat di wilayah urban.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto turut menekankan pentingnya keterlibatan dunia akademik dalam menjawab persoalan perumahan nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa perguruan tinggi diharapkan berperan aktif melalui riset dan kajian yang mampu menghasilkan solusi konkret dan aplikatif.

Menurut Brian, pendekatan berbasis riset tersebut akan dilakukan secara komprehensif, termasuk memperhatikan aspek analisis dampak lingkungan agar pembangunan hunian tetap berkelanjutan.

Pemerintah menilai percepatan program perumahan rakyat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini juga diharapkan mampu mengurangi backlog perumahan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Sumber: BPMI Setpres

WWW.MDI.NEWS