width=
width=

Prof. Ali Zum Mashar Soroti Visi Revolusioner IPHI, Dorong Kedaulatan Pangan hingga Reformasi Penyelenggaraan Haji

MDINews Jakarta, 25/07/2026 – Dewan Pakar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) periode 2026–2031, Prof. Dr. Ali Zum Mashar, M.Sc, menilai kepengurusan baru IPHI di bawah kepemimpinan Erman Suparno membawa gagasan yang lebih progresif dengan menempatkan ketahanan pangan, pendidikan akhlakul karimah, dan perbaikan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji sebagai agenda strategis organisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Ali usai menghadiri pengukuhan Pengurus Pusat IPHI masa bakti 2026–2031 di Batavia Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).

“Rangkaian kegiatan hari ini luar biasa, yaitu pelantikan dan pengukuhan Pengurus Pusat IPHI. Prof. Dr. Erman Suparno kembali dipercaya memimpin IPHI untuk kedua kalinya. Namun kali ini ada gagasan yang lebih revolusioner, yakni menitipkan perhatian besar pada sektor pangan sebagai bentuk kontribusi IPHI dalam mendukung kedaulatan pangan bangsa,” kata Prof. Ali.

Menurutnya, kepengurusan baru IPHI tidak hanya berorientasi pada pembinaan alumni haji, tetapi juga diarahkan untuk mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan, pendidikan karakter berbasis akhlakul karimah, serta mendorong penyelenggaraan ibadah haji yang semakin akuntabel dan berpihak kepada kepentingan jamaah.

Prof. Ali menegaskan bahwa IPHI memiliki potensi besar sebagai organisasi kemasyarakatan karena menghimpun jutaan alumni haji di seluruh Indonesia. Potensi tersebut, katanya, harus dimanfaatkan sebagai kekuatan moral, sosial, dan ekonomi yang mampu memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah.

“IPHI harus menjadi bagian dari dakwah dan kontrol sosial. Dengan kekuatan jamaah yang sangat besar, organisasi ini dapat menjadi barometer dalam memberikan masukan kepada pemerintah, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.

Ia juga mendorong terwujudnya Kampung Haji di Arab Saudi sebagai salah satu terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi dalam menciptakan penyelenggaraan haji yang lebih nyaman, efisien, dan berpihak kepada kepentingan jamaah, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Selain itu, Prof. Ali berharap pengelolaan anggaran haji ke depan semakin transparan, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi calon jamaah sehingga biaya penyelenggaraan ibadah haji dapat semakin ringan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

“Saya berharap IPHI mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa, baik melalui penguatan ekonomi umat, pembinaan akhlakul karimah, maupun perbaikan penyelenggaraan ibadah haji. Harapan kita, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IPHI periode 2026–2031 Erman Suparno menegaskan kepengurusan baru akan mengoptimalkan peran IPHI sebagai organisasi yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional melalui program pemberdayaan umat, penguatan ketahanan pangan, pendidikan, serta peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji.

Pewarta Ridho

WWW.MDI.NEWS