width=
width=

Sibolga–Nias Hingga Padang Terendam, Sumatra Dalam Situasi Darurat!

potret banjir di daerah sibolga sumber: tangkapan layar video tiktok; Tama Vidinillah

MDINEWS | Bekasi – Kondisi darurat kembali mewarnai Pulau Sumatra setelah cuaca ekstrem dan hujan lebat tanpa henti mengakibatkan bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari terakhir. Air sungai yang meluap, pergerakan tanah, serta gangguan gempa kecil di beberapa titik memperparah keadaan dan memutus akses transportasi di banyak daerah. Ribuan warga telah dievakuasi, sementara proses penyelamatan masih terus dilakukan di wilayah yang paling sulit dijangkau.

Sejumlah kawasan yang mencatat dampak terburuk di antaranya Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Aceh, Pulau Nias, serta Padang. Genangan banjir menutup jalan protokol dan merendam permukiman, sementara longsor besar memblokir jalur darat, membuat beberapa lokasi terisolasi bahkan belum sepenuhnya tersentuh bantuan.

Di Sibolga dan Tapanuli Tengah, luapan air mencapai permukiman warga dan menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas. Aktivitas masyarakat lumpuh, dan sebagian besar penduduk bergantung pada dapur umum serta bantuan darurat. Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara turut menghadapi longsor dalam skala besar, memutus jalan kabupaten dan membuat upaya evakuasi hanya bisa dilakukan dengan perahu atau jalur darurat yang dibuka manual oleh relawan.

Wilayah Aceh dan Pulau Nias juga berada dalam status siaga tinggi. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman setelah banjir menenggelamkan kawasan perumahan serta fasilitas publik. Pengungsian dipenuhi warga, terutama lansia, perempuan, dan anak-anak.

Kondisi serupa terjadi di Padang, di mana banjir di pusat kota serta longsor di area perbukitan menimbulkan kerusakan signifikan. Sebagian wilayah sempat mengalami pemadaman listrik dan gangguan komunikasi, menyulitkan proses koordinasi lapangan.

Pemerintah bersama BNPB, TNI-Polri, serta relawan kemanusiaan kini fokus membuka jalur terputus dan mempercepat penyaluran logistik vital seperti pangan, air bersih, obat-obatan, serta perlindungan bagi pengungsi. Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa Sumatra sangat rentan terhadap bencana cuaca ekstrem, sehingga peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi korban pada peristiwa berikutnya.

WWW.MDI.NEWS