Jakarta—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan program infrastruktur kerakyatan. Karena itu, mereka menerapkan skema padat karya di bidang jalan dan jembatan secara intensif. Seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melaksanakan program ini di bawah arahan Direktorat Jenderal Bina Marga.
Pemerintah menjalankan inisiatif ini karena mereka ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara nyata. Selain itu, program ini membuka lapangan pekerjaan yang luas dan secara langsung mengurangi angka pengangguran di berbagai daerah.
Anggaran Rp1,2 Triliun demi Ekonomi Rakyat
Kementerian PU mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun pada Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut membiayai kegiatan padat karya jalan dan jembatan yang tersebar di 1.059 lokasi. Pemerintah memfokuskan anggaran ini pada pekerjaan infrastruktur berskala kecil, seperti pemeliharaan jalan dan jembatan.
Masyarakat menjadi pelaku utama dalam kegiatan ini sebab pemerintah ingin memberdayakan warga setempat. Menteri PU Dody Hanggodo memberikan penegasan mengenai hal tersebut. Menurut dia, padat karya merupakan strategi pembangunan yang unik karena tidak sekadar mengejar hasil fisik.
“Program ini menjadi instrumen penting,” kata Dody pada Selasa (30/09/2025). “Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara merata.”
Kemudian, dia menambahkan bahwa pelibatan warga setempat akan membuka lapangan kerja. Hal ini otomatis mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Capaian Realisasi dan Dampak Strategis
Kementerian PU mencatat data terbaru melalui e-Monitoring per 24 September 2025. Progres fisik program ini telah mencapai 62,1%. Program tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 43.628 orang atau setara dengan 2.909.075 Hari Orang Kerja (HOK).
Pekerjaan di bidang jalan mencakup pemeliharaan rutin. Contoh kegiatannya meliputi pembersihan median jalan, pengecatan marka, dan perbaikan ringan. Sektor ini telah mencapai progres fisik 63,78% serta menyerap 33.052 tenaga kerja. Lalu, ada pekerjaan penunjangan jalan (holding) yang mencapai progres 62,56% dengan 23 tenaga kerja.
Sementara itu, bidang jembatan melakukan kegiatan pemeliharaan rutin seperti pengecatan rangka. Bidang ini mencatatkan progres 57,9% dan menyerap 9.674 tenaga kerja dari target 12.180 orang. Selain itu, terdapat tambahan kegiatan padat karya kontraktual. Kegiatan ini berjalan dengan progres 33,41% dan telah menyerap 635 tenaga kerja.
Komponen padat karya ini memegang peran strategis karena mendukung target PU 608. Target tersebut meliputi Efisiensi Investasi (ICOR kurang dari 6), Pengentasan Kemiskinan menuju 0%, serta mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8% per tahun. Program ini memberikan akses pekerjaan dan pendapatan harian bagi warga. Hal ini merupakan wujud nyata visi “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto. (Raviyanto)







