MDI.NEWS, Jakarta—-Nama Sal Priadi kembali mencuri perhatian publik lewat karya terbarunya berjudul Kepala, Pundak, Kerja Lagi. Lagu tersebut menjadi original soundtrack (OST) film Monster Pabrik Rambut dan hadir dengan nuansa berbeda dibandingkan lagu-lagu romantis yang selama ini melekat pada sosok Sal. Lagu itu dirilis bertepatan dengan momentum Hari Buruh dan langsung mendapat respons besar dari pendengar di media sosial. Rabu, 13 Mei 2026.
Selama ini, Sal Priadi dikenal lewat sederet lagu populer bernuansa melankolis dan romantis seperti Gala Bunga Matahari hingga Ada Titik-Titik di Ujung Doa. Karya-karyanya banyak digunakan sebagai latar konten di berbagai platform digital dan telah dinikmati jutaan pendengar di Indonesia. Namun, melalui Kepala, Pundak, Kerja Lagi, Sal mencoba mengeksplorasi tema baru yang lebih dekat dengan keresahan pekerja modern.
Lagu tersebut dibuka dengan penggalan lirik yang familiar sejak masa kanak-kanak, tetapi dihadirkan dalam suasana muram dan penuh tekanan. Nuansa itu sengaja dibangun untuk menggambarkan kelelahan akibat rutinitas kerja dan budaya lembur yang kerap dialami banyak orang. Video lirik lagu ini bahkan telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali di YouTube sejak pertama kali dirilis.
Sal Priadi mengatakan proses penulisan lagu dilakukan dengan pendekatan sederhana, yakni menangkap fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurut dia, tema besar dalam film Monster Pabrik Rambut sangat mudah diterjemahkan ke dalam lagu karena berkaitan langsung dengan isu overwork dan tekanan pekerjaan.
“Dalam menulis lirik untuk lagu Kepala, Pundak, Kerja Lagi, aku tetap memakai gagasan sederhana dari keseharian. Tema di film ini membahas soal overwork dan lembur, sesuatu yang sangat dekat dengan banyak orang. Karena itu, aku bisa menangkap gagasan filmnya lalu menyampaikannya lewat caraku sendiri di lagu,” ujar Sal Priadi.
Berbeda dengan proses kreatif sebelumnya yang identik dengan piano dan gitar, kali ini Sal juga menggandeng produser musik elektronik Attila Syah untuk membangun nuansa musik yang lebih gelap dan atmosferik. Kolaborasi tersebut menghasilkan soundscape yang memperkuat kesan muram sekaligus emosional dalam lagu.
Sal mengungkapkan, pengalaman menggarap lagu di lokasi syuting menjadi hal baru dalam perjalanan kariernya. Ia menyebut proses kreatif di tengah set film memberikan energi berbeda yang membuat lagu terasa lebih hidup dan relevan dengan cerita film yang diangkat.
“Awal lagu ini ditulis langsung di lokasi syuting. Itu menjadi pengalaman menulis lagu yang sangat dahsyat buatku. Saat liriknya selesai, lagu ini terasa seperti marching solidaritas bagi para pekerja yang menghadapi dinamika dan tekanan kerja. Semoga lagu ini bisa menjadi anthem lembur untuk para pekerja,” kata Sal.
Film Monster Pabrik Rambut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film garapan sutradara Edwin dari Palari Films ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev. Film tersebut mengangkat kisah tentang tekanan kerja, gangguan supranatural, dan perjuangan keluarga yang dibalut dengan nuansa horor psikologis. (***)







